Perubahan SOP latihan disambut positif atlet panjat tebing Indonesia

Perubahan SOP latihan disambut positif atlet panjat tebing Indonesia

Jakarta – Pembaruan dalam prosedur operasional standar (SOP) latihan tim panjat tebing Indonesia, khususnya disiplin lead dan boulder, mendapat sambutan baik dari para atlet. Asisten pelatih, Sholikhin, menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan memperkuat kemampuan teknis, kebugaran, dan mental atlet sebelum menghadapi ajang internasional.

“SOP latihan baru memperlihatkan perbedaan signifikan dibandingkan sebelumnya, karena sistem kami salah satunya sudah mulai fokus pada penguatan di beberapa gerakan atau teknik,” ujar Sholikhin saat ditemui di tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim panjat tebing Indonesia, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu sore.

Pendekatan teknis terbaru mencakup peningkatan variasi gerakan dan teknik sesuai kebutuhan atlet di setiap nomor. Selain itu, simulasi pertandingan diperbanyak guna membiasakan para atlet menghadapi tekanan dan intensitas tinggi. Metode ini dianggap efektif dalam meningkatkan fokus dan konsistensi performa saat kompetisi.

Pola komunikasi lebih harmonis

Sholikhin menambahkan bahwa perubahan juga terjadi pada cara berkomunikasi antara pelatih dan atlet. Sistem komunikasi kini lebih terbuka dan berorientasi kekeluargaan, dengan saling memberi masukan. “Kalau dari pola komunikasi, kami sudah lebih menguatkan hubungan yang bersifat kekeluargaan, jadi ada masukan bagi pelatih dan ada juga masukan buat atlet, jadi saling terbuka dalam berkomunikasi sehingga sejalan dengan visi dan misi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI),” tuturnya.

Dengan pendekatan dua arah ini, suasana latihan menjadi lebih harmonis dan kondusif, memungkinkan atlet berkembang secara optimal. Hal serupa terjadi di tim disiplin speed, sehingga respons positif dari atlet terhadap SOP baru menjadi indikator keberhasilan strategi yang diterapkan.

Tiga atlet meraih tiket ke Asian Games 2026

Sementara itu, tiga atlet Merah Putih telah diperkenankan tampil di Asian Games (AG) 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, pada September. Mereka adalah Putra Tri Ramadani (lead putra), Sukma Lintang Cahyani (lead putri), serta Ravianto Ramadhan (boulder putra).

Ketiganya mendapatkan tiket otomatis ke Jepang setelah meraih prestasi pada World Championship 2025 di Korea Selatan. Karena itu, mereka tidak akan ikut World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China, 7-12 April, yang merupakan babak kualifikasi untuk ajang Asian Games tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *