Terpilih secara aklamasi – Sugiono jadi Ketua Umum PB IPSI 2026-2030
Terpilih secara aklamasi, Sugiono jadi Ketua Umum PB IPSI 2026-2030
Jakarta, Sabtu malam – Menteri Luar Negeri Sugiono secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua Umum PB IPSI periode 2026-2030 dalam Musyawarah Nasional XVI tahun 2026. Pemilihan ini berlangsung di Jakarta, menandai pergantian kepemimpinan organisasi pencak silat nasional.
Apresiasi terhadap Kepemimpinan Sebelumnya
Dalam pidatonya, Sugiono menyampaikan rasa hormat kepada mantan ketua umum, Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai Presiden RI. Ia mengakui dedikasi luar biasa yang telah dijalankan Prabowo selama 38 tahun dalam memajukan olahraga pencak silat.
“Ada satu rasa haru yang begitu besar karena beliau mengatakan mulai tahun 1988 hingga 2026, kurang lebih 38 tahun mengurus pencak silat. Satu waktu yang sangat panjang, jika tidak berasal dari lubuk hati yang paling dalam, saya yakin tidak mungkin bisa tercapai,” ujarnya.
Visi Penguatan Pencak Silat
Sugiono, yang juga pernah menjabat Wakil Ketua Umum PB IPSI 2021-2025, menyatakan akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan memperkuat peran pencak silat sebagai bagian dari budaya serta olahraga nasional. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab ini bukanlah tugas ringan, melainkan amanah besar untuk mewujudkan cita-cita organisasi.
“Kami merasa sangat terhormat, namun di sisi lain terbersit harapan besar yang diletakkan di pundak kami untuk bisa melanjutkan semua prestasi yang telah beliau torehkan,” tuturnya.
Komitmen Pencak Silat dalam Pendidikan dan Olimpiade
Menurut Sugiono, pencak silat perlu menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional dan terus diperjuangkan agar masuk ke ajang Olimpiade. Ia ingin menciptakan dampak yang lebih luas dalam pembangunan manusia Indonesia.
“Pencak silat harus menjadi warna pembangunan manusia Indonesia. Cita-cita kita untuk melihatnya menjadi bagian dari Olimpiade harus diwujudkan,” katanya.
Prabowo Subianto Serahkan Jabatan
Seiring dengan pengumuman Sugiono, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan keputusan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai ketua umum PB IPSI. Ia menjelaskan bahwa prioritas saat ini adalah tugas kebangsaan sebagai kepala negara.
“Hari ini saya menyatakan mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI. Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya, sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai Ketua Umum PB IPSI,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan dukungan terus-menerusnya terhadap pengembangan pencak silat, meskipun berada di posisi yang berbeda. Ia yakin peran organisasi ini akan tetap berdampak signifikan dalam dunia olahraga dan budaya Indonesia.