Topics Covered: Ahmad Luthfi Upayakan Layanan Dasar Korban Banjir Demak Tetap Terpenuhi
Ahmad Luthfi Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Banjir Demak Terpenuhi
Saat melakukan kunjungan ke lokasi pengungsian, Ahmad Luthfi berinteraksi langsung dengan warga yang terdampak banjir. Ia juga memberikan bantuan secara simbolis kepada para pengungsi. Total dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Jateng untuk mengatasi bencana ini mencapai Rp 236.985.411. Bantuan tersebut berasal dari beberapa instansi, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, serta PMI Jateng.
Setelah berbincang dengan warga, Luthfi mengadakan rapat terbatas untuk menelusuri penanganan masalah tersebut. Rapat dihadiri oleh Bupati Demak Eisti’anah dan tim terkait. Luthfi menegaskan bahwa upaya penanggulangan banjir Demak tidak bisa dilakukan secara sebagian saja.
“Penanganan banjir ini harus menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Kita tidak bisa hanya fokus pada satu aspek,” jelas Luthfi dalam pernyataan tertulis, Sabtu (4/4/2026).
Dalam upaya tersebut, Luthfi menekankan bahwa layanan dasar masyarakat terdampak tetap harus terjamin. “Pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, bahan pokok, dan kebutuhan makanan tidak boleh terabaikan,” tambahnya.
Salah satu warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Musri’ah, menjelaskan bahwa ia terpaksa mengungsi karena rumahnya tergenang banjir. Menurut Musri’ah, air mulai masuk dengan cepat ketika tanggul pecah.
“Banjir terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu air mengalir deras dari tanggul yang akhirnya jebol,” ceritanya.
Seiring berjalannya waktu, air terus naik hingga warga dievakuasi menggunakan perahu. “Setelah waktu Asar, kami dijemput dengan perahu. Air saat itu sudah sampai setinggi dada,” lanjut Musri’ah.
Banjir akibat pecahnya tanggul Sungai Tuntang terjadi pada Jumat (3/4). Bencana ini mengakibatkan delapan desa di empat kecamatan terkena dampak, dengan total 2.839 orang menjadi pengungsi. Kecamatan yang terkena antara lain Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.