New Policy: Vietnam Gusur 400 Ribu Kuburan Demi Bangun Kereta Cepat

Vietnam Gusur 400 Ribu Kuburan Demi Bangun Kereta Cepat

Proyek Penataan Kota dengan Target Ambisius

Pemerintah Kota Da Nang sedang menyusun rencana untuk memindahkan hampir 400 ribu makam yang terletak di wilayah permukiman dan zona bisnis. Langkah ini menjadi bagian dari proyek pengembangan kota terbesar di Vietnam, yang dilakukan secara bertahap untuk mendukung pembangunan jalur kereta cepat nasional. Dinas Konstruksi setempat telah menyampaikan usulan ini kepada Komite Rakyat kota setelah survei terbaru mengungkapkan kebutuhan untuk merelokasi 394.470 makam hingga akhir Februari lalu.

Persoalan di Koridor Timur Kota

Survei lanjutan menunjukkan adanya 256 kompleks pemakaman di area timur Da Nang, yang mencakup 1,4 juta makam dalam total lahan 1.420 hektare. Banyak dari makam tersebut berada di tengah kawasan hunian dan zona industri yang sedang dikembangkan. Kondisi ini dianggap sebagai akibat dari urbanisasi pesat beberapa dekade terakhir, di mana pembangunan permukiman sering kali dilakukan tanpa menggeser pemakaman lama.

Imbas Proyek Kereta Cepat Utara-Selatan

Proyek kereta cepat utara-selatan Vietnam, yang disebut sebagai infrastruktur terbesar dalam sejarah negara, semakin mempercepat kebutuhan pemindahan makam. Jalur kereta berkecepatan 350 kilometer per jam akan melewati lebih dari 116 kilometer wilayah Da Nang dan memerlukan pembebasan lahan 866 hektare.

Melansir VNExpress, relokasi makam menjadi lebih mendesak karena proyek ini akan menutupi area yang sebelumnya digunakan untuk kuburan.

Pemerintah menargetkan pekerjaan proyek dimulai Desember 2026.

Langkah Solusi dan Jadwal Pelaksanaan

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Da Nang mengusulkan pembangunan lima kawasan kuburan terpusat di wilayah barat, dengan luas total sekitar 437 hektare. Proses relokasi akan dilakukan secara bertahap, mulai dari koridor timur menuju barat, sambil menutup pemakaman kecil yang tersebar. Perencanaan proyek diharapkan selesai pada kuartal kedua 2026, sementara kebanyakan pemindahan makam diperkirakan rampung pada 2030.

Upaya Pencegahan Pemakaman Ilegal

Otoritas setempat juga meningkatkan pengawasan untuk mencegah praktik pemakaman di luar area yang ditentukan. Langkah ini bertujuan memastikan penggunaan lahan terencana dan menghindari risiko pencemaran lingkungan serta hambatan terhadap investasi dan perencanaan kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *