Topics Covered: Vietnam Bangun Pulau Buatan Raksasa di Lepas Pantai Phu Quoc

Vietnam Bangun Pulau Buatan Raksasa di Lepas Pantai Phu Quoc

Proyek reklamasi laut skala besar tengah dijalankan pemerintah Vietnam di wilayah barat daya, khususnya sekitar Phu Quoc. Proyek ini mencakup pembentukan pulau-pulau buatan dengan total luas mencapai sekitar 4.500 hektare, menjadikannya salah satu inisiatif terbesar dalam sejarah negara tersebut. Rencana ini diusulkan oleh Provinsi An Giang, yang kini mengelola sebagian besar garis pantai barat daya setelah merger administratif dengan Kien Giang pada 2025.

Wilayah proyek mencakup area dari Pulau Phu Quoc hingga kota pesisir seperti Ha Tien dan Rach Gia di Teluk Thailand. Dalam pertemuan dengan konsultan perencanaan pada 1 April lalu, pemerintah daerah menyatakan target selesai zonasi dalam waktu dekat, dengan konstruksi mulai pada 2027. Proyek ini memiliki horizon investasi hingga 2050.

Perencanaan dan Fungsi Wilayah

Pengembangan dibagi menjadi empat klaster dengan peran berbeda. Klaster terbesar, sekitar 2.300 hektare di sekitar Phu Quoc dan Kepulauan Tho Chau, ditujukan sebagai kawasan hiburan internasional. Area ini akan memiliki zona perdagangan bebas, resor mewah, taman hiburan, lapangan golf, serta fasilitas wisata bahari. Pemerintah menargetkan klaster ini sebagai pintu utama wisatawan internasional ke Vietnam selatan.

Klaster seluas 1.100 hektare di Rach Gia akan dikembangkan menjadi pusat komersial dan administratif Delta Mekong. Wilayah ini dirancang sebagai kota modern berbasis konsep hijau, sekaligus penghubung antar daratan dan pulau-pulau sekitarnya. Rach Gia sudah memiliki pengalaman reklamasi sejak 1999.

Klaster 900 hektare yang mencakup Ha Tien, Kien Luong, dan Pulau Tien Hai fokus pada koridor warisan budaya. Kawasan ini akan mengangkat tradisi Vietnam dan Khmer melalui ekowisata, pusat seni pertunjukan, fasilitas kesehatan, serta program ekonomi berbasis komunitas. Klaster terkecil, 200 hektare di Kepulauan Kien Hai, akan menjadi pusat transit maritim yang terhubung dengan koridor wisata pesisir barat.

Ketua Komite Rakyat An Giang, Ho Van Mung, menekankan bahwa proyek ini harus mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. Ia meminta penggunaan energi terbarukan dan sistem pengolahan limbah yang ramah lingkungan menjadi prioritas utama sejak tahap perencanaan.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat realisasi proyek, seiring upaya membangun pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi pasca-merger wilayah. Pulau Phu Quoc telah ditetapkan sebagai zona pengembangan khusus untuk pariwisata dan layanan maritim, serta persiapkan menjadi tuan rumah forum APEC 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *