Key Issue: Dua Ganjalan Jadi Biang Kerok Kesepakatan Damai AS-Iran Buyar

Dua Ganjalan Jadi Biang Kerok Kesepakatan Damai AS-Iran Buyar

Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang berlangsung akhir pekan ini di Pakistan berakhir gagal. Kedua pihak tidak mampu mencapai kesepakatan karena terganjal dua isu utama, yaitu nuklir dan Selat Hormuz. Sumber dari CNN yang mengikuti jalannya negosiasi mengungkapkan, proses itu mengalami kebuntuan di beberapa poin penting.

AS telah menetapkan beberapa kriteria utama agar perundingan dianggap sukses. Namun, setelah berjam-jam diskusi hingga dini hari, tim negosiasi dari kedua negara tidak berhasil menyelaraskan kepentingan krusial. Masalah utama yang menghambat adalah penolakan Iran untuk mengembangkan Selat Hormuz kembali dan menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya, menurut informasi yang diperoleh.

Bagi AS, sikap Iran yang menolak membuka kembali jalur Selat Hormuz dan menyerahkan uranium menjadi penghalang utama. Selama dua isu ini belum terselesaikan, tuntutan Iran agar AS mencabut sanksi dan melepaskan aset Teheran yang dibekukan, serta membatalkan kebijakan yang menghambat ekonomi mereka, tetap terjebak dalam perdebatan.

Hasilnya, kesepakatan yang diharapkan buyar. Para pejabat menilai perbedaan gaya dalam proses negosiasi juga memperparah situasi. Iran terkenal bersabar dalam membangun kesepakatan, seperti dalam perjanjian nuklir di era Presiden Barack Obama yang memakan waktu dua tahun. Berbeda dengan Trump, yang dinilai tidak sabar dan kurang tertarik pada perundingan yang berlarut-larut.

Tidak hanya masalah nuklir, Selat Hormuz juga menjadi titik patahnya perundingan. Iran sebelumnya menyatakan siap membuka jalur tersebut, tetapi mulai membatasi lalu lintas kapal tanker setelah serangan provokatif yang dilakukan AS dan Israel pada 28 Februari. Pembatasan ini kini memicu kericuhan di pasar energi global, sekaligus meningkatkan tekanan politik terhadap Trump di dalam negeri.

“Para negosiator Iran menyadari posisi tawar tinggi dari Selat Hormuz, sehingga menolak untuk membukanya kembali sebelum tercapai kesepakatan final,” kata pejabat yang mengetahui detail perundingan.

Dalam kaitannya, kegagalan ini menunjukkan ketegangan yang masih menghiasi hubungan bilateral. AS dan Iran terus berusaha menemukan titik temu, meski tantangan besar masih menghalangi progres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *