Key Strategy: Pakistan Desak AS-Iran Tetap Gencatan Senjata Usai Negosiasi Mandek

Pakistan Minta AS dan Iran Tetap Pertahankan Gencatan Senjata Usai Negosiasi Terhenti

Putaran Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan

Pada hari Minggu (12/4), Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar meminta Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk tetap mematuhi perjanjian gencatan senjata setelah putaran negosiasi antara keduanya berhenti. Dalam pernyataan resmi, Dar menegaskan pentingnya konsistensi komitmen dari kedua belah pihak terhadap kesepakatan itu.

“Kami berharap kedua pihak tetap menjaga semangat positif untuk mencapai perdamaian dan kemakmuran yang berkelanjutan bagi seluruh kawasan sekitar,” ujar Dar, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Dar juga menyatakan Pakistan akan terus memperjuangkan dialog antara AS dan Iran. Ia menambahkan apresiasi terhadap upaya Islamabad yang telah diakui oleh kedua negara dalam memfasilitasi gencatan senjata.

Perundingan damai yang berlangsung 21 jam di Islamabad dengan bantuan Pakistan gagal mencapai kesepakatan. Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan hambatan utama terjadi karena Iran menolak permintaan Washington, termasuk penghentian semua program nuklir Teheran.

Vance menyebut hasil negosiasi ini sebagai “kabar buruk” bagi Iran. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pernah mengancam akan menghapus “seluruh peradaban Iran” jika Teheran tidak menyetujui kesepakatan gencatan senjata pada Rabu (8/4).

Iran Bersikeras dengan Tuntutan Utama

Sumber dekat tim negosiasi Iran mengatakan kepada kantor berita Fars bahwa negara itu tidak berencana mengadakan putaran berikutnya hingga AS menyetujui tuntutan yang wajar. “Iran tidak terburu-buru, dan perubahan status Selat Hormuz hanya akan terjadi jika AS menyetujui kesepakatan,” katanya.

Dalam negosiasi, Iran juga menuntut kendali atas Selat Hormuz, ganti rugi perang, serta gencatan senjata di wilayah seperti Lebanon. Selain itu, negara itu ingin mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintasi jalur tersebut. Sumber senior Iran sebelumnya mengungkapkan pencairan aset Iran di Qatar menjadi salah satu syarat utama dalam pembicaraan.

Sumber itu menambahkan AS telah setuju melepaskan dana miliaran dolar yang selama ini dibekukan di Qatar dan bank-bank asing. Namun, Iran masih mempertahankan posisi keras terhadap tuntutan-tuntutan utamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *