Meeting Results: Sinyal China Veto Resolusi PBB, Tolak Aksi Militer di Selat Hormuz

Sinyal Tiongkok Tolak Penggunaan Kekuatan Militer di Selat Hormuz

Langkah Bahrain untuk menjaga ketersediaan jalur pengangkutan minyak di Selat Hormuz menghadapi ancaman hambatan setelah Tiongkok menunjukkan kemungkinan akan memakai hak veto di Dewan Keamanan (DK) PBB. Beijing secara tegas menolak usulan resolusi yang mengizinkan penggunaan kekuatan militer untuk membuka kembali jalur vital tersebut.

Pernyataan Utusan Tiongkok

Utusan Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, mengkritik resolusi yang memberikan dasar hukum untuk aksi militer. Menurutnya, keputusan semacam itu akan memperparah konflik yang terjadi, mengakibatkan eskalasi lebih lanjut dan dampak serius bagi stabilitas kawasan. “Penggunaan kekuatan militer tanpa batas akan melegitimasi tindakan yang melanggar hukum dan tidak memandang bulu,” ujarnya dalam pernyataan kepada DK, sebagaimana dilaporkan Reuters, Jumat (3/4).

“Tindakan tersebut justru akan memicu konsekuensi berat, termasuk perluasan ketegangan yang sudah berlangsung lebih dari sebulan,” tambah Fu.

Kebutuhan Suara dalam Pemungutan

Untuk menyetujui resolusi DK, diperlukan setidaknya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari lima anggota tetap, yaitu Inggris, Tiongkok, Prancis, Rusia, serta Amerika Serikat. Sebelumnya, DK berencana mengadakan voting atas resolusi Bahrain, tetapi jadwal pemungutan suara ditunda ke Sabtu pagi, bukan Jumat seperti yang diharapkan.

Rancangan Resolusi dan Dukungan Internasional

Bahrain, sebagai ketua DK, telah menyelesaikan naskah resolusi yang menawarkan penggunaan kekuatan defensif untuk melindungi perdagangan minyak. Dokumen tersebut memperbolehkan tindakan militer selama minimal enam bulan hingga DK memutuskan sebaliknya. Negara-negara Arab Teluk serta Amerika Serikat diduga mendukung rancangan ini.

Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, menyatakan pihaknya mendukung upaya Bahrain menyetujui resolusi tersebut. Di sisi lain, Inggris menjadi tuan rumah pertemuan melibatkan lebih dari 40 negara untuk mengembangkan strategi memulihkan akses aman melalui Selat Hormuz. Mereka juga menyatakan dukungan untuk langkah Bahrain.

Kemungkinan Pengaruh Serangan AS

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan niat melanjutkan operasi militer, meski belum memberi detail tentang rencana membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan ini menambah ketegangan dan meningkatkan kekhawatiran bahwa AS mungkin tidak akan aktif dalam menjaga jalur pengangkutan minyak. Sejak serangan AS-Israel terhadap Iran akhir Februari, harga minyak telah melonjak, memperburuk tekanan terhadap perekonomian global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *