New Policy: RSP Menang Pemilu Nepal, Pengaruh China Dinilai Melemah

Perubahan Politik Nepal dan Dampaknya

Pemilu parlemen Nepal pada tahun ini mengubah dinamika politik internal negara tersebut. Kemenangan Partai Rastriya Swatantra (RSP) yang dipimpin Balen Shah dianggap sebagai tanda pergeseran signifikan. Hasil pemilu ini mencerminkan keinginan masyarakat untuk menjauh dari partai-partai tradisional, yang selama ini mendominasi pemerintahan.

Analisis Sumit Kumar

Menurut Sumit Kumar, seorang asisten profesor ilmu politik dari University of Delhi, kemenangan RSP mungkin mengurangi pengaruh China di Asia Selatan. Ia menegaskan bahwa perubahan ini bisa mengubah keseimbangan geopolitik kawasan, terutama dalam hubungan Nepal dengan Beijing.

“Perubahan ini berpotensi memengaruhi keseimbangan geopolitik di kawasan, khususnya terkait posisi China,” ujar Kumar.

Selama ini, China dinilai aktif membangun hubungan strategis dengan Nepal. Pada 2017, Beijing turut andil dalam penyatuan dua partai komunis, yakni Communist Party of Nepal (UML) dan Communist Party of Nepal (Maoist), yang membuka jalan bagi K.P. Sharma Oli menjadi perdana menteri. Di bawah pemerintahan Oli, kerja sama ekonomi, infrastruktur, dan politik antara Nepal dan Tiongkok semakin intens.

Beijing juga menunjukkan keberpihakannya dengan kunjungan Presiden Xi Jinping ke Kathmandu pada 2019, yang menghasilkan beberapa kesepakatan komprehensif. Namun, Kumar mengungkapkan bahwa dominasi partai komunis mulai melemah, sehingga mengurangi pengaruh Tiongkok dalam kebijakan Nepal.

“Kekalahan para pemimpin komunis tidak hanya mencerminkan ketidakpuasan publik, tetapi juga menunjukkan ketidaknyamanan terhadap pengaruh Tiongkok,” tulis Kumar.

Peningkatan Keterlibatan China

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan Tiongkok meningkatkan kehadiran di sektor strategis Nepal, seperti infrastruktur dan energi. Proyek-proyek besar yang diberikan kepada perusahaan Tiongkok menjadi bukti kerja sama ekonomi yang terus berlanjut. Namun, kebijakan ini kini diperdebatkan karena munculnya kepemimpinan baru.

Kumar menyebutkan bahwa pemerintahan baru bisa meninjau ulang proyek-proyek dengan Tiongkok, termasuk dari segi manfaat ekonomi dan dampak strategis. Ia berpendapat bahwa tindakan ini mungkin mengganggu kepentingan Beijing di kawasan Asia Selatan, sekaligus memberi isyarat kepada negara lain untuk lebih selektif dalam kerja sama.

Perubahan Hubungan Internasional

Di sektor pertahanan, Kumar memperkirakan bahwa upaya Tiongkok untuk mendekatkan hubungan militer dengan Nepal bisa menghadapi hambatan. Sebaliknya, keterlibatan Amerika Serikat di Nepal semakin meningkat, terutama melalui program bantuan dan kerja sama pembangunan.

Kumar juga menyoroti kemungkinan penguatan hubungan Nepal dengan India. Latar belakang Balen Shah yang terkait dengan wilayah Madhesi serta pengalamannya tinggal di India, dianggap sebagai faktor yang mendukung kebijakan diplomatik lebih dekat dengan negeri tetangga.

Lebih lanjut, ia menilai perubahan politik Nepal dapat memengaruhi pengendalian pengungsi Tibet. Tanpa pemerintahan yang bersahabat dengan Beijing, Tiongkok mungkin kesulitan dalam mengatur aktivitas komunitas tersebut di wilayah Nepal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *