Latest Program: Deret Saham Berpeluang Cuan Saat Pasar Dibayangi Tren Pelemahan
Indeks Saham Mengalami Penurunan di Awal Pekan
Sepekan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kecenderungan turun, dengan penurunan tiga hari terus-menerus dan satu hari penguatan. Pada Kamis (2/4), IHSG merosot 157,65 poin atau 2,19 persen, mencapai level 7.026. Total transaksi mencapai Rp12,79 triliun, sementara volume saham yang diperdagangkan mencapai 25,58 miliar lembar.
Kinerja Bursa Efek Indonesia
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyebutkan bahwa selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026, nilai saham bursa ditutup dengan variasi. Kapitalisasi pasar mengalami penurunan 1,69 persen, dari Rp12.516 triliun menjadi Rp12.305 triliun. Rata-rata volume transaksi harian turun 8,62 persen, sementara nilai transaksi harian menurun hingga 36,69 persen.
“Investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp813,51 miliar. Sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih mereka mencapai Rp38,83 triliun,” katanya dalam pernyataan resmi, Kamis (2/4).
Kondisi Eksternal dan Proyeksi IHSG
Pada pekan lalu, IHSG juga mengalami penurunan rata-rata 1,92 persen. Analisis teknis menunjukkan indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi, dengan level support di 7.000 dan resistance di 7.050. Sentimen global menambah ketegangan, terutama karena konflik di Timur Tengah yang belum mereda serta ancaman eskalasi dari Iran setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump.
Kondisi ini bisa memengaruhi harga energi, inflasi, serta arah suku bunga. “Pasar akan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti transparansi kepemilikan saham dan risiko konflik global. Hal ini bisa mengubah dinamika harga energi, tingkat inflasi, hingga kebijakan suku bunga,” ujar Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Minggu (5/4).
Rekomendasi Saham untuk Pekan Ini
Oktavianus menyarankan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) ditutup naik 2 persen ke 765, dan diperkirakan akan menyentuh 815. Sementara PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) ditutup menguat 2,41 persen ke 4.250, dengan proyeksi naik ke 4.530.
Di sisi lain, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk (INDY), yang ditutup naik 2,40 persen ke 3.410, serta VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan target masing-masing 3.710, 920, dan 2.700.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun untuk memberikan informasi, bukan sebagai rekomendasi investasi.