Latest Program: Plastik Langka, Industri Minuman Kaji Beralih Kembali Pakai Botol Kaca

Industri Minuman Mulai Kembali Gunakan Botol Kaca Akibat Kelangkaan Plastik

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan & Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengungkapkan bahwa produsen minuman di dalam negeri mulai mengubah strategi kemasan ke botol kaca karena plastik menjadi langka dan mahal. Faktor ini terkait dengan penutupan Selat Hormuz, yang memengaruhi pasokan bahan baku plastik yang selama ini berasal dari wilayah Timur Tengah.

“Beberapa produsen yang sebelumnya menggunakan botol kaca kini beralih ke plastik, tetapi sebagian besar mulai mempertimbangkan kembali penggunaan kemasan kaca untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga,” kata Adhi saat diwawancara di JEC, Bantul, DIY, Rabu (8/4).

Menurut Adhi, kapasitas produksi plastik di dalam negeri turun hingga sekitar sepertiga. Beberapa negara penyuplai juga mengalami penurunan produksi akibat keterbatasan bahan baku. Hal ini menyebabkan kenaikan harga plastik yang signifikan, dengan peningkatan hingga 30-60 persen di industri menengah dan besar, serta mencapai 100 persen untuk pedagang kecil.

Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan pasokan plastik nasional masih stabil meski ada tekanan dari gejolak geopolitik global. Ia menjelaskan bahwa konflik di Timur Tengah memengaruhi pasokan nafta, bahan baku utama industri petrokimia.

“Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah telah memicu koreksi pasokan di berbagai sektor industri yang bergantung pada nafta,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Rabu (8/4).

Agus menambahkan bahwa pemerintah sedang melakukan upaya mitigasi untuk menjaga keberlanjutan pasokan. Strategi yang diambil termasuk mencari sumber bahan baku alternatif di luar Timur Tengah, mengoptimalkan penggunaan LPG sebagai bahan bantu produksi, serta mendorong penggunaan plastik daur ulang berkualitas tinggi sebagai pengganti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *