Main Agenda: Menhub Ungkap Prabowo Minta Garuda Gaet Saudia untuk Alasan Ini
Menteri Perhubungan Terangkan Permintaan Prabowo untuk Kerja Sama Garuda dan Saudia
Pada rapat kerja pemerintah di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (8/4), Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana pembentukan kemitraan usaha antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan maskapai Arab Saudi, Saudia Airlines. Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk mengoptimalkan kapasitas pesawat yang selama ini sering kosong pada rute tertentu, sehingga biaya penerbangan haji bisa ditekan.
Kerja Sama untuk Efisiensi Operasional
Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena pesawat Garuda yang mengangkut jemaah haji ke Arab Saudi sering kembali ke Indonesia tanpa penumpang. Sementara itu, pesawat Saudia Airlines yang terbang ke Indonesia juga kerap pulang ke sana dalam kondisi kosong. “Situasi ini menunjukkan bahwa pesawat yang digunakan oleh keduanya terkadang kosong saat beroperasi di satu rute,” ujar Dudy dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).
“Jadi, pesawat Garuda berangkat penuh ke Tanah Suci, tapi pulangnya kosong. Ini tidak ekonomis,” kata Prabowo dalam rapat yang sama. Ia menyarankan agar kursi kosong tersebut dimanfaatkan untuk keperluan lain, seperti mengangkut wisatawan Arab Saudi ke Indonesia atau pekerja Indonesia yang ingin pulang ke Tanah Air.
Prabowo juga menyebutkan bahwa pembukaan terminal khusus haji bagi Indonesia di Arab Saudi menjadi salah satu langkah yang telah diajukan pemerintah. “Permintaan tersebut sudah disetujui prinsipnya, dan kami sedang mempercepat izin agar jemaah bisa lebih cepat masuk dan keluar,” tambahnya.
Rencana ini sudah dimulai sejak dua bulan terakhir, dengan Prabowo meminta Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H Kairupan, untuk segera menghadapnya guna membahas pelaksanaannya. “Saya sudah perintahkan sekitar dua bulan lalu. Ini harus cepat, karena pemerintah ini berkomitmen untuk kerja efisien,” tegas Prabowo.