Special Plan: Abdulla Al Futtaim, Penguasa Otomotif Timur Tengah Berharta Rp80,3 T
Abdulla Al Futtaim, Penguasa Otomotif Timur Tengah Berharta Rp80,3 T
Transformasi Bisnis dari Kota Pelabuhan ke Pusat Ekonomi Global
Di balik gemerlap Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) sebagai pusat bisnis dunia, nama Abdulla Al Futtaim menjadi salah satu penentu utama. Sebagai tokoh sentral Al Futtaim Group, konglomerasi bisnis keluarga, ia memimpin perusahaan yang mengakuisisi lebih dari 200 merek dan beroperasi di lebih dari 20 negara, dengan sekitar 42 ribu karyawan. Dalam beberapa tahun terakhir, grup ini memperluas jaringan melalui strategi akuisisi, memasuki wilayah baru seperti Asia Tenggara, Asia Utara, dan Eropa.
Di masa itu, Dubai masih sekadar kota pelabuhan, sebelum era minyak. Ekonomi lokal bergantung pada penyelaman mutiara dan perdagangan maritim. Namun, industri mutiara meredup pada 1930-an akibat kompetisi global, yang mendorong penduduk Dubai beralih ke perdagangan tekstil, rempah, dan emas.
Perjalanan Karier dan Perluasan Bisnis
Abdulla memulai karier di usia 15 tahun pada 1955, dengan mengambil peran dalam bisnis keluarga. Ia menguasai distribusi eksklusif merek Toyota di UAE sebelum melanjutkan warisan perdagangan dengan fokus pada impor otomotif. Langkah ini membawa perusahaan dari bisnis umum ke distribusi kendaraan yang lebih spesialis. Pada 1979, ia menciptakan Toyota Egypt, menjembatani kesepakatan dengan pemerintah Mesir, yang menandai awal ekspansi internasional grup.
Struktur Bisnis yang Beragam
Bisnis Al Futtaim Group mencakup berbagai sektor seperti otomotif, ritel, properti, jasa keuangan, layanan kesehatan, serta pendidikan. Beberapa divisi utama termasuk:
- Otomotif: Distributor eksklusif Toyota, Lexus, Honda, Volvo, dan RAM Trucks.
- Jasa keuangan: Al Futtaim Finance, perusahaan pembiayaan.
- Properti: Pengembangan kawasan terpadu seperti Dubai Festival City dan Doha Festival City.
- Ritel: Pemegang merek IKEA, Marks & Spencer, Toys “R” Us, ACE Hardware, dan H&M.
- Kesehatan: Al-Futtaim Health, klinik kesehatan di UAE.
Strategi diversifikasi ini membawa operasional grup ke lebih dari 20 negara, dari Timur Tengah hingga Asia dan kawasan lain.
Kehidupan Keluarga dan Kepemimpinan Generasi Berikutnya
Kakek Abdulla, Hamad Al Futtaim, mendirikan usaha keluarga pada 1930-an, fokus pada impor, ekspor, penangkapan karang, dan transportasi haji. Abdulla mengambil alih bisnis pada akhir 1970-an, mengubahnya menjadi konglomerasi multibisnis. Pada 2000, keluarga membagi perusahaan untuk meningkatkan fokus: Abdulla mempertahankan otomotif dan ritel, sementara sepupu Majid Al Futtaim mengelola properti, rekreasi, dan hiburan. Pemisahan ini dipimpin oleh Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Omar Al Futtaim, putra Abdulla, menjadi wakil ketua dan CEO sejak 2001, mengarahkan operasional harian dan strategi pertumbuhan.
Menurut Forbes, kekayaan Abdulla mencapai US$4,7 miliar atau sekitar Rp80,3 triliun (asumsi kurs Rp17.089 per dolar AS). Ia dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Timur Tengah, berkat kontribusi signifikan di bidang otomotif yang menjadi tulang punggung bisnis keluarga.