Topics Covered: Hitungan Amran: Stok Beras 4,6 Juta Ton Cukup untuk 11 Bulan
Hitungan Amran: Stok Beras 4,6 Juta Ton Diperkirakan Tahan hingga 11 Bulan
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa persediaan beras nasional saat ini hampir mencapai 4,6 juta ton. Menurutnya, jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 hingga 11 bulan ke depan. Amran menjelaskan, produksi beras tahun 2024 mencapai 30,62 juta ton, sedangkan tahun 2025 meningkat sebesar 4,07 juta ton menjadi 34,69 juta ton. Angka tersebut selaras dengan kondisi Indonesia yang telah mencapai kemandirian beras.
Stok Beras Dibagi dalam Dua Kategori
Menurut data yang diungkapkan, persediaan beras di Perum Bulog mencapai 4.586.009 ton. Dari total tersebut, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menyumbang 4.399.519 ton, sedangkan stok beras komersial hanya sekitar 23.346 ton. Angka ini menunjukkan distribusi persediaan yang terpusat pada cadangan pemerintah.
“Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10-11 bulan ke depan, di sisi lain El Nino diperkirakan 6 bulan. Jadi, insyaallah (stok) pangan kita aman,”
Amran menyampaikan pernyataan tersebut dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4). Ia menyoroti bahwa meski Indonesia sedang menghadapi ancaman krisis pangan global, persediaan beras tetap mencukupi kebutuhan warga.
Pengadaan dan Impor Beras Tahun 2026
Amran juga mengungkapkan bahwa realisasi pengadaan beras dari petani lokal sejauh ini mencapai 1.638.276 ton untuk CBP dan 22.782 ton untuk stok komersial. Tahun ini, ia menegaskan bahwa tidak ada impor beras konsumsi. Impor yang dilakukan hanya berupa beras khusus serta sisa impor beras industri 2025 yang terjual pada Januari 2026.
Di sisi lain, penyaluran beras untuk berbagai program pada 2026 mencakup Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 66.463 ton, bantuan pangan di bulan Februari-Maret sebesar 32.146 ton, serta distribusi untuk keadaan darurat sekitar 11.184 ton.