Latest Program: Geotab Tawarkan Solusi Tekan Pemborosan BBM di Tengah Krisis Energi

Geotab Tawarkan Solusi Tekan Pemborosan BBM di Tengah Krisis Energi

Dalam tengah krisis energi global, Geotab menghadirkan berbagai solusi untuk mengoptimalkan penggunaan bahan bakar. Perusahaan ini, yang fokus pada solusi transportasi terhubung, video, dan pelacakan aset, menekankan peran data dalam mengurangi biaya operasional, termasuk konsumsi BBM.

Laporan Keberlanjutan dan Dampak Geotab

Dalam laporan terbaru bertajuk “Sustainability and Impact Report Geotab,” dijelaskan bagaimana organisasi menggunakan data kendaraan terhubung untuk mengurangi emisi, meningkatkan efisiensi bahan bakar, serta memperkuat keselamatan di jalan. Perusahaan menyatakan bahwa data ini membantu mengubah kebijakan operasional menjadi hasil yang terukur, baik secara lingkungan maupun finansial.

“Volatilitas harga bahan bakar menjadi pengingat bahwa keberlanjutan bukan hanya inisiatif lingkungan, tapi juga strategi bisnis,” ujar Neil Cawse, Founder dan CEO Geotab dalam pernyataan resmi. “Dengan mengintegrasikan nilai jangka pendek, langkah keberlanjutan bisa mendorong efisiensi sekaligus profitabilitas. Setiap perbaikan operasional adalah langkah nyata menuju ketahanan bisnis,” tambahnya.

Manfaat di Berbagai Sektor

Contoh nyata penerapan data Geotab terlihat di sektor logistik dan pos. Bpost SA, misalnya, berhasil menghemat 1.6 juta Euro atau sekitar 1 juta liter diesel melalui optimasi armada 10.000 van dan pengaturan jadwal pengisian daya berbasis data, sesuai target netralisasi CO₂ pada 2030.

Dalam bidang konstruksi dan infrastruktur, Tarmac mencatat penurunan waktu idling hingga 30 persen dalam tiga bulan, efisiensi bahan bakar meningkat 25 persen, serta pengurangan pelanggaran kecepatan hingga 50 persen. Di sektor transportasi umum, Autolinee Federico di Italia mengalami penghematan konsumsi BBM sebesar 20 persen dan penurunan denda hingga 40 persen melalui peningkatan kepatuhan tachograph dan perilaku berkendara.

“Di Asia Pasifik, tantangan operasional armada semakin rumit—mulai dari kenaikan biaya energi hingga perubahan regulasi,” kata David Brown, Associate Vice President Geotab APAC. “Namun, organisasi di kawasan ini menunjukkan kecepatan adaptasi dalam memanfaatkan data untuk memperkuat pengelolaan operasional, seperti mengurangi waktu idling di area perkotaan, meningkatkan efisiensi, dan menyiapkan jalur elektrifikasi,” tambahnya.

Selama 2025, kendaraan listrik yang terhubung dengan Geotab mencatat perjalanan lebih dari 1,4 miliar kilometer, menunjukkan kemampuan data dalam mendukung keputusan strategis terkait elektrifikasi, efisiensi kendaraan, dan perilaku pengemudi.

Geotab menegaskan bahwa tekanan dari kenaikan biaya energi, regulasi emisi, dan risiko operasional mendorong lebih banyak organisasi untuk menggunakan data kendaraan terhubung. Hal ini bertujuan mengidentifikasi peluang efisiensi serta merancang strategi elektrifikasi jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *