Key Discussion: Bagaimana Nasib Insentif Motor Listrik? Purbaya Bilang Begini
Bagaimana Nasib Insentif Motor Listrik? Purbaya Bilang Begini
Insentif pembelian sepeda motor listrik di Indonesia sempat berakhir pada 2024, memicu keraguan banyak pihak terhadap kelanjutannya. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan petunjuk bahwa program tersebut mungkin akan diulang. Dalam wawancara di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Jumat (10/4), Purbaya menyampaikan bahwa pihaknya sedang berdiskusi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk menentukan masa depan insentif ini.
Kementerian Keuangan dan Perindustrian dilaporkan masih mempertimbangkan skema insentif baru, khususnya untuk motor listrik generasi terbaru. “Kita masih akan bicarakan soal insentif untuk motor listrik yang baru,” ujar Purbaya, seperti dikutip Antara.
Pembicaraan dengan Menteri Perindustrian
Satu hari sebelumnya, Kamis (9/4), Agus mengungkapkan bahwa dirinya sedang berdiskusi dengan Kementerian Keuangan terkait insentif motor listrik. “Kita sedang berbicara dengan Kementerian Keuangan soal insentif motor listrik,” kata Agus saat hadir di peluncuran buku Ginandjar Kartasasmita di Jakarta.
“Pesan dari Bapak Presiden sangat jelas bahwa semua kendaraan ke depan harus berbasis listrik. Ini karena semakin terlihat pentingnya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” tutur Agus.
Program insentif sebelumnya diberikan sebesar Rp7 juta per unit sejak 2023. Kebijakan ini diperpanjang hingga 2024, tetapi dengan kuota terbatas hanya 60 ribu unit. Setelah kuota tersebut habis, pemerintah menghentikan pemberian insentif dan belum mengambil tindakan perpanjangan hingga saat ini.