Latest Program: Ara Buka-bukaan soal Rencana Bangun Rumah Rakyat di 10 Kota Baru
Ara Buka-bukaan soal Rencana Bangun Rumah Rakyat di 10 Kota Baru
Dalam bidang perumahan, pemerintah berencana mendorong pengembangan 10 kota baru sebagai langkah percepatan penyediaan hunian. Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), menjelaskan bahwa kebijakan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan rumah layak huni masyarakat. “10 kota baru akan menjadi penopang utama dalam pengembangan perumahan,” ujarnya dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).
“Mohon doanya, ada 10 kota baru,” kata Ara.
Program pembangunan kota baru ini dipadukan dengan peningkatan skala besar untuk perbaikan rumah tidak layak huni. “Penyediaan rumah rakyat akan ditingkatkan secara signifikan, termasuk program bedah rumah,” tambahnya. Tahun lalu, jumlah rumah yang diperbaiki mencapai 45 ribu unit, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 400 ribu unit.
Dalam upaya mempercepat kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah juga akan mengembangkan strategi penguasaan lahan di kawasan padat penduduk. Di Senen, Jakarta Pusat, misalnya, rencananya akan dibangun 300 unit rumah susun di atas lahan PT Angkasa Pura Indonesia. Sementara di Tanah Abang, skema kolaborasi dengan swasta akan mendukung pembangunan 500 unit rumah.
Proyek ini diluncurkan setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi langsung ke permukiman di sekitar rel kereta api Senen. Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat selesai dalam waktu singkat sebagai bagian dari upaya percepatan hunian layak.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), backlog kepemilikan rumah nasional mencapai sekitar 13 persen. Di DKI Jakarta, angka ini lebih tinggi, melebihi 40 persen. Kondisi ini menjadi alasan penting untuk mempercepat pembangunan perumahan di berbagai wilayah.