Latest Program: AS-Iran Gagal Damai, Harga Minyak Naik Lagi ke US$101 Per Barel
AS dan Iran Gagal Damai, Harga Minyak Naik Lagi ke US$101 Per Barel
Harga minyak mentah global kembali menyentuh level US$100 per barel pada Senin (13/4) setelah perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berakhir tanpa kesepakatan. Kegagalan perundingan ini kemudian diiringi rencana dari Angkatan Laut AS untuk memblokir kapal yang menuju Iran melalui Selat Hormuz. Reuters melaporkan bahwa kontrak minyak Brent naik US$6,71 atau 7,05 persen menjadi US$101,91 per barel pada pukul 01:04 GMT (08:04 WIB). Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS tercatat mencapai US$104,16 per barel, kenaikan sebesar US$7,59 atau 7,86 persen.
Langkah AS untuk Memblokir Jalur Minyak Iran
Kepala Penelitian Energi MST Marquee, Saul Kavonic, mengatakan bahwa pasar energi kembali ke situasi sebelum gencatan senjata. Bedanya, AS akan memblokir aliran minyak Iran yang masih tersisa hingga 2 juta barel per hari melalui Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pembatasan jalur pelayaran Iran di Selat Hormuz setelah negosiasi damai tidak berhasil. Langkah ini berpotensi menggagalkan gencatan senjata dua minggu yang sebelumnya diterapkan.
“Bedanya, sekarang AS akan memblokir aliran minyak yang tersisa hingga 2 juta barel per hari yang terkait dengan Iran melalui Selat Hormuz,” ujar Saul Kavonic.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), blokade tersebut akan dimulai pukul 10.00 ET atau 14.00 GMT (21.00 WIB) pada Senin (13/4). Kebijakan ini diterapkan secara adil terhadap kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman. Namun, kapal yang berlayar menuju pelabuhan non-Iran tetap diperbolehkan.
Kondisi Pelayaran dan Analisis Pasar
Analis IG Market Tony Sycamore menilai tindakan AS akan mengurangi aliran minyak Iran secara efektif. Ia memprediksi sekutu dan pelanggan Iran mungkin akan mendorong pembukaan kembali jalur pelayaran. Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan diberi sanksi tegas.
Menurut data yang diperoleh Reuters, tiga kapal tanker berbobot penuh berhasil melewati Selat Hormuz pada Sabtu (11/4). Kapal-kapal ini menjadi yang pertama meninggalkan wilayah Teluk sejak kesepakatan gencatan senjata pekan lalu. Namun, LSEG mencatat bahwa beberapa kapal tanker mulai menghindari Selat Hormuz sebelum rencana blokade AS diumumkan.