New Policy: Harga Minyak Amblas 10 Persen Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata
Harga Minyak Mentah Mengalami Penurunan Tajam Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata
Pasca pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, harga minyak mentah mengalami penurunan signifikan. Menurut laporan Reuters, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun sebesar US$12,04 atau 10,66 persen, mencapai US$100,90 per barel pada perdagangan awal Rabu (8/4).
Langkah Diplomatik dan Impak Pasar
Kesepakatan ini diumumkan beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak global. Trump menyebut tindakan tersebut sebagai langkah menuju perdamaian jangka panjang dan optimis bahwa kesepakatan akhir bisa tercapai dalam dua pekan.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah! Alasan kami melakukannya adalah karena kami telah mencapai bahkan melampaui semua tujuan militer,” tulis Trump di platform Truth Social.
Di sisi lain, media Iran mengklaim bahwa Trump menerima syarat yang diajukan Teheran, menyebut langkah itu sebagai ‘kemunduran yang memalukan’. Namun, beberapa jam setelah pengumuman, militer Israel melaporkan adanya peluncuran rudal dari Iran, menggambarkan ketegangan yang masih kritis.
Konflik yang Berlangsung Selama Enam Minggu
Sebelumnya, ancaman Trump untuk menghancurkan infrastruktur Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali sempat memengaruhi pasar energi global. Ancaman tersebut mendorong harga minyak naik drastis. Dalam konflik selama enam minggu terakhir, lebih dari 5.000 korban tewas di hampir selusin negara, termasuk lebih dari 1.600 warga sipil di Iran.
Pasca penutupan Selat Hormuz, pasokan energi global terganggu, memicu kekhawatiran pasar terhadap risiko perlambatan ekonomi hingga resesi. Dengan adanya sinyal ketenangan, pasar langsung merespons dengan aksi jual, menyebabkan penurunan harga minyak yang tajam di awal perdagangan hari ini.