AS Buka Operasi Penyelamatan Pilot Pesawat Jatuh – Iran Tawarkan Hadiah

AS Buka Operasi Penyelamatan Pilot Pesawat Jatuh, Iran Tawarkan Hadiah

Amerika Serikat (AS) sedang melakukan operasi penyelamatan untuk pilot jet tempur yang jatuh di wilayah Iran. Sumber dari CNN mengonfirmasi bahwa pesawat yang terlibat adalah model F-15E Strike Eagle. Dalam operasi sehari-hari, pesawat tersebut dioperasikan oleh dua orang, yaitu pilot dan komandan sistem senjata. Beberapa sumber lain dari CNN menyebutkan bahwa salah satu dari dua anggota kru F-15 telah ditemukan dan ditempatkan dalam pengawasan AS. Pihak kru berada dalam kondisi sadar serta menerima perawatan medis.

Pencarian dan penyelamatan tersebut tercatat dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial. Lokasi dalam video telah diverifikasi oleh CNN. Gambar menunjukkan sejumlah pesawat militer terbang rendah di atas Provinsi Khuzestan, sementara dua helikopter mengikuti dekat di belakangnya. Video ini diambil di sebuah jembatan yang menghubungkan dua tepi sungai Karoon, sekitar 470 km di selatan Teheran.

Kantor berita Iran, Tasnim, mengatakan bahwa upaya menemukan kru yang hilang belum menemukan hasil. Namun, Fars News melaporkan bahwa Iran menawarkan hadiah bagi siapa pun yang berhasil menangkap pilot yang terlempar. Media pemerintah Iran juga membagikan foto-foto yang diklaim sebagai bagian dari pesawat AS, dengan potongan-potongan yang menunjukkan ciri khas F-15.

Foto tersebut menampilkan logo “US Air Forces in Europe” di bagian ekor pesawat dan garis merah-putih yang berada di atas sayap. Potongan lain memiliki tulisan “CAUTION USE ONLY NON-MAGNETIC FASTENERS”, yang artinya “gunakan hanya pengencang non-magnetik”. Tulisan ini disebut mirip dengan yang terdapat di bagian belakang F-15, antara mesin dan penyeimbang horizontal.

Analisis Ahli

“Berdasarkan struktur dan ciri khasnya, pesawat tersebut pasti merupakan F-15. Selain itu, garis kilat di ekor menunjukkan bahwa ia berasal dari Sayap Tempur ke-48 (48th Fighter Wing), yang berbasis di RAF Lakenheath, Inggris,” ujar Peter Layton, peneliti di Griffith Asia Institute serta mantan perwira Angkatan Udara Kerajaan Australia.

Media Iran, seperti Press TV, membagikan gambar-gambar tersebut bersama pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menyatakan bahwa pasukan Iran telah menembak jatuh jet tempur siluman F-35 di tengah wilayah negara tersebut. Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, mengonfirmasi kepada CNN bahwa Presiden AS Donald Trump telah menerima laporan ini. Pihak militer AS dan Gedung Putih belum merilis komentar mengenai insiden tersebut maupun status kru yang hilang.

Insiden ini menjadi kasus pertama pesawat AS yang ditembak jatuh di Iran selama masa perang. Pada awal perang, tiga F-15 secara tidak sengaja hancur akibat tembakan pertahanan udara Kuwait, dalam kejadian yang disebut sebagai tembakan teman (friendly fire).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *