Key Strategy: AS-Iran Baru Mau Negosiasi, Trump Pede Selat Hormuz Dibuka

AS-Iran Baru Mau Negosiasi, Trump Pede Selat Hormuz Dibuka

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan yakin Selat Hormuz akan kembali terbuka dalam waktu yang tidak terlalu lama. Penegasan ini diberikan meski hubungan antara Iran dan AS belum sepenuhnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dengan negosiasi baru berlangsung di Pakistan. Namun, Trump belum merinci langkah-langkah spesifik yang akan diambil Washington untuk mengembalikan akses ke jalur pelayaran kritis tersebut.

“Negara-negara lain juga mengandalkan selat tersebut. Maka, kami memiliki mitra internasional yang akan mendukung upaya ini,” ujar Trump, menurut laporan Reuters. Ia mengakui bahwa membuka kembali Selat Hormuz bukanlah hal mudah, tetapi tetap optimistis bahwa jalur ini bisa kembali beroperasi dalam waktu dekat. “Itu tidak akan mudah, tapi saya yakin kita akan mengembalikannya segera,” tambahnya.

Selat Hormuz merupakan jalur pengangkutan energi dunia yang sangat vital. Sekitar 20 persen dari pengiriman minyak global serta gas alam cair melintasi lewatannya. Akibatnya, blokade yang diterapkan Teheran sejak perang dengan Iran pecah disebut memicu gangguan terparah dalam sejarah terhadap pasokan energi. Hal ini juga memperparah fluktuasi harga minyak dan mengganggu stabilitas pasar global, sementara lalu lintas kapal di kawasan masih terhambat.

Dalam situasi tersebut, Trump juga mengecam sekutu-sekutu NATO yang dinilai belum menunjukkan dukungan yang cukup untuk menjaga keamanan Selat Hormuz. Reuters melaporkan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, setelah pertemuan dengan Trump, meminta pemerintah Eropa untuk memberikan komitmen konkret dalam hitungan hari untuk melindungi jalur strategis itu.

Ketegangan mencapai puncaknya setelah AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran balik menyerang Israel dan pangkalan militer AS di wilayah Teluk, memicu serangan besar-besaran yang melibatkan Israel dan Lebanon. Serangan-serangan ini dilaporkan telah menewaskan ribuan orang serta mendorong jutaan warga mengungsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *