Key Strategy: Trump Disebut Kena Batunya Mengira Taklukkan Iran Semudah Venezuela

Trump Disebut Pemikir yang Keliru Mengira Iran Mudah Dikuasai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikritik oleh para analis karena menilai bahwa mengalahkan Iran bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti menguasai Venezuela. John Feely, seorang ahli strategi militer dan hubungan internasional, mengingatkan bahwa kemenangan atas Kuba juga tidak sesederhana yang dibayangkan. Feely, yang pernah menjabat sebagai mantan pilot helikopter marinir dan duta besar AS untuk Panama, menyatakan bahwa Trump terjebak dalam kesalahan perhitungan setelah berhasil menjatuhkan rezim Nicolas Maduro di Venezuela.

Pada 3 Januari, Trump memerintahkan Pentagon melancarkan operasi serangan ke Caracas, Venezuela, yang diberi nama “Absolute Resolve”. Operasi tersebut sukses menangkap Maduro bersama istrinya, Delcy Rodriguez. Lebih dari 100 tentara Venezuela dan Kuba tewas dalam serangan itu. Meski begitu, Feely menyoroti bahwa keberhasilan misi tersebut membuat Trump terlena dalam keyakinan yang salah terhadap Iran.

“Kita sekarang benar-benar menuai ‘buah pahit’ dari keputusan yang sebagian besar dibuat untuk menyerang Iran berdasarkan keberuntungan luar biasa yang ia miliki di Venezuela,” kata Feely.

Feely menjelaskan bahwa Iran dan Kuba memiliki perbedaan signifikan dibandingkan Venezuela. “Ini adalah rezim yang berkuasa selama 70 tahun, atau 50 tahun dalam kasus Iran. Mereka terdesentralisasi, jajarannya terlatih, dan telah diindoktrinasi. Itu skenario yang sangat berbeda dari Venezuela, yang merupakan mafia kriminal yang baru benar-benar mengkonsolidasikan posisinya dalam dekade terakhir,” ujarnya. Menurut Feely, Trump mengira bahwa menyingkirkan pemimpin Iran, Ali Khamenei, bisa dilakukan dalam waktu singkat, seperti yang terjadi di Amerika Selatan.

Selain itu, Feely khawatir bahwa kesalahan perhitungan serupa bisa terjadi di Kuba. “Orang-orang ini akan membuat kesalahan yang sangat bodoh dan naif dengan berpikir bahwa Kuba akan sama seperti Venezuela, dengan cara yang sama mereka salah paham bahwa Iran akan sama seperti Venezuela,” imbuhnya. Dalam pernyataannya, Feely menyatakan bahwa pemerintahan Trump terlalu percaya diri karena menganggap keberhasilan operasi Venezuela sebagai jaminan untuk menaklukkan Iran dengan mudah.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa serangan ke Venezuela adalah “pamer kekuatan dan kemampuan militer Amerika yang paling menakjubkan dalam sejarah”. Ia mengklaim bahwa operasi itu membuktikan bahwa AS memiliki militer “terkuat dan paling menakutkan di planet ini”. Namun, Feely menegaskan bahwa komentarnya bukanlah kritik terhadap pasukan elite yang terlibat, seperti Delta Force dan Night Stalkers.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *