Latest Program: ICE Usut Modus Manipulasi Visa WNA Hamil Demi Bayi Lahir Berpaspor AS
ICE Usut Modus Manipulasi Visa WNA Hamil Demi Bayi Lahir Berpaspor AS
Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang menginvestigasi jaringan yang diduga memfasilitasi perempuan hamil mengubah data visa agar bayi mereka bisa lahir dengan status warga negara AS. Jika seorang wanita asing melahirkan di AS, maka anaknya secara otomatis mendapatkan kewarganegaraan Amerika. Dalam email internal yang dilihat Reuters, Immigration and Customs Enforcement (ICE) meminta agen divisi investigasinya, Homeland Security Investigations (HSI), fokus pada program bernama ‘Birth Tourism Initiative’.
“HSI meningkatkan upaya untuk melindungi sistem imigrasi dan identitas AS, khususnya dengan menargetkan praktik penipuan terkait wisata kelahiran,” tulis email tersebut, menurut laporan Reuters, Minggu (12/4).
Lembaga itu juga menyatakan akan mengungkap jaringan terorganisir yang memanfaatkan celah dalam sistem imigrasi. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) tidak memberikan komentar terkait penyelidikan yang sedang berlangsung, namun mengakui adanya jaringan yang membantu warga asing pergi ke AS untuk tujuan tersebut.
“Melahirkan di AS tidak melanggar hukum, tapi kami tetap memantau potensi pelanggaran federal yang terkait aktivitas ini,” kata juru bicara DHS. Secara hukum, wisata kelahiran memang tidak dilarang. Namun, aturan federal sejak 2020 melarang penggunaan visa turis atau bisnis jika tujuan utamanya adalah agar bayi mendapat kewarganegaraan AS.
Modus ini sering diadopsi Trump sebagai alat untuk mendorong pembatasan kewarganegaraan AS berdasarkan tempat kelahiran. Sejak menjabat pada Januari 2025, Trump mendorong kebijakan ketat yang bertujuan mengurangi jumlah imigran, baik yang legal maupun ilegal.
Trump juga menjadikan isu ‘wisata kelahiran’ sebagai alasan untuk membatasi pemberian kewarganegaraan otomatis bagi bayi yang lahir di wilayah AS. “Praktik ini menguras dana pembayar pajak dan berpotensi mengancam keamanan nasional,” ungkap Anna Kelly, juru bicara Gedung Putih.
Menurut laporan, kebijakan Trump ini berbeda jauh dari praktik hukum yang telah berlangsung lebih dari 100 tahun. Beberapa hakim federal kemudian memblokir kebijakan tersebut, dan kasusnya kini diadili di Mahkamah Agung AS.
Jaksa Agung AS D. John Sauer menyatakan kewarganegaraan otomatis mendorong munculnya ‘industri besar wisata kelahiran’. Ia menilai janji kewarganegaraan menjadi alasan banyak orang dari negara-negara tertentu datang ke AS untuk melahirkan.
Dalam kasus tercatat, pada 2019 lebih dari satu puluh orang didakwa karena menjalankan ‘rumah kelahiran’ di California Selatan yang melayani perempuan kaya dari Tiongkok. Seorang warga Tiongkok, Dongyuan Li, mengakui bersalah dan mendapatkan hukuman 10 bulan penjara sebelum dibebaskan pada Desember 2019. Sementara Chao ‘Edwin’ Chen, warga Tiongkok lainnya, dihukum 3 tahun penjara pada 2020, namun sudah kabur ke Tiongkok, menurut ICE.