Main Agenda: 3 Presiden AS Tolak Ajakan Netanyahu Serbu Iran, Cuma Trump yangNurut

3 Presiden AS Tolak Ajakan Netanyahu Serbu Iran, Cuma Trump yang Nurut

John Kerry, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, telah terus mendorong pemerintahan AS sebelum Trump untuk menyerang Iran secara militer. Namun, kesepakatan tersebut ditolak oleh sejumlah presiden AS, seperti Barack Obama, Joe Biden, dan George W. Bush. Dalam wawancara dengan program The Briefing with Jen Psaki pada Jumat (10/4), Kerry menyebutkan bahwa ia terlibat dalam berbagai diskusi dengan Netanyahu, yang selalu meminta tindakan serangan.

“Dia ingin kami menyerang Iran,” kata Kerry, sebagaimana dilaporkan Anadolu.

Menurut Kerry, Netanyahu menyampaikan proposal serangan langsung kepada para pemimpin AS sebelum Trump, tetapi permintaan itu tidak mendapat dukungan. Ketiga presiden tersebut menolak rencana Netanyahu, meski ia menawarkan argumen komprehensif yang dikenal sebagai “presentasi empat poin”. Proposal tersebut menjanjikan pembunuhan para pemimpin Iran, perubahan rezim, serta penurunan kekuatan militer negara itu.

Serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran terjadi pada 28 Februari lalu, yang menewaskan Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, serta ratusan tokoh politik dan militer senior. Serangan ini juga mengakibatkan kematian beberapa anak Sekolah Dasar Iran. Setelah perang berlangsung selama 40 hari, harapan perdamaian muncul pada Rabu (8/4) setelah Pakistan, Turki, Tiongkok, Arab Saudi, dan Mesir berhasil mencapai gencatan senjata sementara selama dua minggu.

Sebagai langkah lebih lanjut, kedua belah pihak menyetujui pertemuan di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4) untuk membahas perdamaian jangka panjang. Pertemuan ini dianggap penting guna mencegah krisis lebih besar di Timur Tengah. Selama periode perang, Iran melakukan balasannya dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Langkah tersebut menyebabkan pembatasan pergerakan kapal di Selat Hormuz, yang memicu krisis energi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *