Meeting Results: Inggris Gelar Rapat Bareng 35 Menlu Bicara Krisis Selat Hormuz Iran
Inggris Adakan Pertemuan 35 Menlu untuk Memecahkan Krisis Selat Hormuz
Pada pekan ini, Inggris mengundang 35 negara untuk menggelar pertemuan menteri luar negeri dalam upaya mengatasi krisis Selat Hormuz yang terjadi selama konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel. Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan kolaborasi dengan Prancis, dengan rencana penyelenggaraan pada Kamis (2/4).
“Menteri Pertahanan Inggris (John Healey) telah berada di Timur Tengah untuk berbicara dengan mitra kami. Inggris kini telah menyatukan suara dari 35 negara lewat pernyataan niat untuk bersama-sama mendorong keamanan maritim di seluruh Teluk,” kata Starmer kepada wartawan di London, Rabu (1/4).
Starmer menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, para menteri akan menilai berbagai tindakan diplomatik dan politik yang perlu diambil guna memulihkan kebebasan navigasi, menjaga keselamatan kapal dan pelaut, serta memastikan aliran komoditas penting tetap lancar. Senior diplomat juga akan mengevaluasi kemungkinan langkah-langkah untuk menjamin keamanan selat tersebut setelah perang berakhir.
Konflik dan Dukungan Global
Dikutip The Guardian, 35 negara yang terlibat adalah anggota dari pernyataan bersama yang ditandatangani bulan lalu. Beberapa negara terus bergabung sejak penandatanganan tersebut, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Nigeria, dan Uni Emirat Arab. Mereka juga mengingatkan bahwa hambatan pada jalur kapal internasional dan rantai pasokan energi global berpotensi mengancam stabilitas serta keamanan internasional.
Imbas Pemblokiran Selat Hormuz
Saat ini, sekitar 1.000 kapal terjebak akibat pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Dalam pernyataan bersama, para negara menekankan pentingnya memulihkan kebebasan berlayar dan melindungi operasional pelayaran internasional.