Meeting Results: RI di Depan Israel soal 3 TNI di UNIFIL Tewas: 285 Juta Warga Marah
RI di Depan Israel soal 3 TNI di UNIFIL Tewas: 285 Juta Warga Marah
Duta Tetap Indonesia untuk PBB di New York, Umar Hadi, menyampaikan rasa duka dan kemarahan masyarakat Indonesia kepada Israel setelah tiga anggota TNI yang bertugas di UNIFIL gugur. Pernyataan tersebut dibacakan Umar saat pidato dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, yang berlangsung pada Selasa (31/3). Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan tetap Israel, Danny Danon.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan duka cita dan kemarahan kepada lebih dari 285 juta warga Indonesia,” kata Umar saat pidato yang disiarkan melalui kanal YouTube PBB.
Umar menegaskan bahwa rasa frustrasi dan kemarahan yang dinyatakan juga merasuk secara luas di kalangan masyarakat dunia. Selain itu, ia menyampaikan haru setelah menerima banyak belasungkawa dan dukungan dari komunitas internasional terkait kejadian yang menimpa militer Indonesia.
Dalam pidatonya, Umar mengenang tiga anggota TNI yang tewas akibat serangan Israel di Lebanon. “Izinkan saya memulai dengan menghormati kenangan para pasukan perdamaian yang gugur dengan menyebutkan nama-nama mereka di Ruang Sidang yang Terhormat ini,” ujarnya. “Zulmi Aditya Iskandar, kapten infanteri, berusia 33 tahun; Muhammad Nur Ichwan, Sersan Satu, 25 tahun; Farizal Rhomadhon, kopral, 27 tahun,” imbuhnya.
Farizal, menurut Umar, bertugas di pos Indonesia di Ashid Al-Khuzair. Sementara Zulmi dan Ikhwan gugur dalam serangan terhadap konvoi mereka saat memberikan bantuan logistik di Bani Hayyan. Duta Tetap RI menegaskan bahwa negara tidak menerima pembunuhan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.
Tiga anggota TNI tewas dalam dua hari akibat serangan Israel ke Lebanon Selatan. Dua dari mereka, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur akibat ledakan di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3). Di hari sebelumnya, 29 Maret, Farizal Rhomadhon tewas karena ledakan proyektil di sekitar Adchit Al Qusayr.
Dalam rapat tersebut, Umar juga menyampaikan kecaman Indonesia terhadap serangan tersebut. “Indonesia mengutuk keras serangan keji terhadap pasukan penjaga perdamaian di UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026,” kata dia.