Meeting Results: Siapa Rival yang Bikin Viktor Orban Lengser dari Kursi PM Hungaria?

Orban Tumbang, Magyar Tampil sebagai Pemimpin Baru

Setelah 16 tahun memimpin pemerintahan Hungaria, Perdana Menteri Viktor Orban akhirnya kehilangan jabatannya. Pemilihan umum pada hari Minggu (12/4) menunjukkan kekalahan besar Orban oleh Peter Magyar, tokoh dari partai oposisi Tisza. Magyar menyampaikan pidato kepada pendukungnya di tepi Sungai Danube, menyatakan, “

Kita berhasil. Bersama-sama kita menggulingkan rezim Hungaria.

Siapa Peter Magyar?

Peter Magyar, berusia 45 tahun, adalah politikus konservatif yang juga anggota Parlemen Eropa. Dulu, ia menjadi bagian dari Partai Fidesz yang dipimpin Orban hingga menikah dengan Judit Varga, tokoh penting di partai tersebut, pada 2023. Pasangan ini tinggal di Brussels, Belgia, selama sekitar 10 tahun saat Magyar bekerja sebagai diplomat dan Varga aktif dalam kegiatan politik. Setelah kembali ke Budapest pada 2018, Varga diangkat sebagai menteri kehakiman oleh Orban pada tahun berikutnya, tetapi mengundurkan diri pada 2023 karena fokusnya pada pemilihan Parlemen Eropa 2024.

Skandal yang Memicu Perubahan

Skandal besar mengguncang Fidesz pada awal 2024. Presiden Hungaria Katalin Novak memberikan pengampunan kepada mantan pejabat yang dinyatakan bersalah atas kejahatan menyembunyikan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki di bawah umur di panti asuhan. Penyebabnya memicu kecurigaan terhadap citra Orban sebagai pelindung nilai Kristen dan keluarga. “Inti definisi Fidesz adalah konservatif, ramah keluarga, dan menjaga anak-anak,” kata Peter Kreko, peneliti dari Political Capital, kepada CNN. Menurut Kreko, banyak pemilih merasa skeptis terhadap konsistensi nilai pemerintahan Orban.

Pertarungan Politik dan Strategi Magyar

Dalam 2024, Magyar memutuskan bergabung dengan Tisza dan secara cepat menjadi pemimpinnya. Partai ini mengejutkan publik dengan memperoleh hampir 30 persen suara dalam pemilihan Parlemen Eropa Juni lalu. Magyar, sebagai anggota Parlemen Eropa, menekankan isu korupsi sebagai fokus kampanye. Ia menyebut citra Orban sebagai pelindung kedaulatan nasional hanyalah “kedok untuk menyembunyikan mekanisme kekuasaan dan kekayaan besar.” Meski demikian, Magyar cenderung hati-hati dalam membahas isu LGBTQ. Ia tidak menyebut gerakan tersebut secara langsung, tetapi mengatakan bahwa Hungaria membutuhkan pemimpin yang “mampu melindungi semua warga.”

Posisi Magyar Terhadap Ukraina

Dalam kampanye, Magyar menghindari menyoraki kebijakan luar negeri. Ia tidak mengambil sikap jelas terhadap bantuan bagi Ukraina, berbeda dari Orban yang tegas menentangnya. Hal ini memicu spekulasi bahwa Hungaria di bawah kepemimpinan Magyar akan tetap memperketat koordinasi dengan Uni Eropa. Namun, Mujtaba Rahman dari Eurasia Group menilai banyak pihak di Brussels memahami bahwa Magyar bertujuan mencegah Fidesz menyerangnya secara terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *