New Policy: Ultimatum Mau Habis, Trump Ancam Ratakan Iran dalam Waktu 4 Jam

Ultimatum Mau Habis, Trump Ancam Ratakan Iran dalam Waktu 4 Jam

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa pasukan militer AS mampu menghancurkan berbagai infrastruktur Iran, seperti fasilitas energi dan jembatan, dalam waktu empat jam setelah tenggat waktu yang ditetapkannya. Ultimatum tersebut berlaku hingga pukul 20.00 waktu Iran, Selasa (7/4). Dalam konferensi pers Senin, Trump menyampaikan rencana serangan yang akan mengguncang Iran, termasuk pembongkaran total jembatan dan pembangkit listrik.

“Kami memiliki strategi, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan Iran akan hancur pada tengah malam besok [7 April], dan semua pembangkit listrik akan berhenti beroperasi—terbakar, meledak, serta tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya, dikutip Al Jazeera.

Trump sebelumnya menetapkan tenggat waktu untuk Iran membuka Selat Hormuz pada 7 April. Jika Teheran tak memenuhi syarat tersebut, dia menjanjikan akan mengubah negara itu menjadi neraka. Dalam unggahan di akun media sosial Truth Social, Trump secara berulang menyebut ancaman serangan tersebut.

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya dihancurkan dalam satu kesatuan. Tidak akan, ada yang seperti itu,” tulis Trump.

Trump juga mengancam, “Buka Selat sialan itu, brengsek atau Anda akan hidup di neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah [Praise to be Allah/Alhamdulillah].” Di unggahan lain, dia menyebut waktu 20.00 Iran time atau setara 23.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), yang kemungkinan menjadi titik akhir bagi Iran.

Iran Tak Gentar, Ancam Balas Serangan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa kekuatan militer Iran siap membalas setiap serangan. “Kami akan melakukan respons terhadap serangan apapun, terutama terhadap infrastruktur kritis,” jelas Baghaei dalam wawancara dengan Al Jazeera, Senin.

“Angkatan Bersenjata kami sangat jelas bahwa serangan terhadap fasilitas kritis akan diimbangi dengan pembalasan yang sama,” tegas Baghaei.

Baghaei menambahkan bahwa IRGC akan menargetkan aset AS atau pihak yang mendukung operasi Washington terhadap Iran. Ia juga menegaskan ancaman Trump mencerminkan pola pikir kriminal. “Ini adalah hasutan untuk melakukan kejahatan perang dan pelanggaran terhadap kemanusiaan,” kata Baghaei.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *