Official Announcement: Jubir Sebut Donald Trump Sangat Hobi Membaca, Netizen Langsung Nyinyir

Jubir Gedung Putih Tegaskan Trump Penuh Minat Membaca, Netizen Bereaksi

Karoline Leavitt, seorang juru bicara dari Gedung Putih, mengungkapkan dalam acara Turning Point USA di George Washington University bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki kegemaran besar terhadap membaca. Menurut Leavitt, sifat ini menjadi bagian dari kepribadian Trump selama masa jabatannya. Ia mengatakan bahwa pendahulunya, Dana Perino, memberi nasihat untuk menjadi sosok yang paling aktif dalam membaca ketika menerima posisi sebagai Juru Bicara Gedung Putih.

Leavitt menjelaskan bahwa Trump selalu memperhatikan berita setiap hari, bahkan tidak pernah melewatkan satu laporan pun. “Trump tak pernah mengabaikan berita, ia selalu membacanya dengan teliti,” ujarnya. Namun, sebelumnya banyak media menyebutkan bahwa Trump lebih memilih mendengar informasi secara lisan. Misalnya, The Washington Post pada 2018 menulis bahwa Trump tak tertarik meninjau laporan intelijen tertulis seperti PDB.

“Setelah beberapa bulan, Trump memperjelas bahwa ia tidak tertarik mengulas salinan laporan intelijen yang cukup panjang,” laporan The Washington Post.

Dalam wawancara tahun 2016, Trump pernah mengungkapkan kebiasaan mengambil informasi secara singkat. “Saya suka poin-poin penting, sesingkat mungkin. Tidak perlu laporan 200 halaman tentang sesuatu yang bisa dijelaskan dalam satu halaman,” katanya. Hal ini memperjelas bahwa Trump lebih memfokuskan perhatiannya pada inti informasi daripada teks yang panjang.

Klaim Leavitt langsung memicu respons tajam dari warganet di media sosial. Banyak pengguna Twitter meragukan pernyataan tersebut dengan menyindir secara terbuka. “Klaim Karoline Leavitt tentang Trump yang gemar membaca adalah yang paling menggelikan sejak ia menjabat sebagai sekretaris pers,” tulis satu netizen.

“Trump akan menguasai soal matematika yang belum terpecahkan saat akhir masa jabatannya,” cuit pengguna lain.

Pernyataan tersebut menggambarkan keraguan publik terhadap gambaran Trump sebagai pribadi yang penuh dengan pengetahuan mendalam. Meski Leavitt menegaskan kebiasaan membaca Trump, banyak orang tetap menganggap klaim itu tidak selaras dengan citra presiden yang selama ini dianggap lebih mempercayai pendekatan verbal daripada tertulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *