Paus Leo Serukan Perdamaian Dunia pada Malam Paskah di Vatikan
Paus Leo Serukan Perdamaian Dunia pada Malam Paskah di Vatikan
Pada hari Sabtu (4/4) malam, Paus Leo XIV menghadirkan umat Katolik di seluruh dunia dalam Misa Vigili Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Acara yang merupakan perayaan terpenting dalam kalender Gereja Katolik ini, menjadi momen untuk menegaskan pesan tentang keharmonisan dan damai. Dalam homilinya, Paus menekankan pentingnya manusia tetap waspada terhadap konflik yang menghiasi dunia saat ini.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa rasa tidak percaya dan ketakutan telah menciptakan jarak antar manusia melalui konflik, ketidakadilan, dan isolasi antar bangsa. “Jangan sampai diri kita lumpuh oleh kekacauan yang menggerogoti dunia ini,” seru Paus, seperti dilaporkan Reuters. Ia juga menyerukan agar umat Katolik mencontoh para santo yang berjuang untuk keadilan, sehingga semangat Paskah dapat berkembang di setiap penjuru.
“Negara kita didirikan hampir 250 tahun lalu, dengan dasar nilai-nilai Yudaisme-Kristiani yang mendalam. Kami telah melihat para presiden, pemimpin Departemen Perang, serta para tentara berdoa dalam masa-masa kritis sejarah bangsa ini,” kata Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih, seperti dikutip dari Newsweek.
Pada kesempatan tersebut, Paus Leo juga melakukan pemberbaptisan terhadap 10 orang dewasa yang baru memasuki agama Katolik. Meski tidak menyebutkan konflik spesifik, pesan damai dan persatuan tetap menjadi inti dari khotbahnya di hadapan ribuan jemaat. Namun, sebelumnya, ia sudah secara aktif mengkritik perang antara AS dan Iran.
Dalam beberapa minggu terakhir, Paus semakin tegas menyuarakan kecamannya terhadap konflik di Iran. Pada hari Minggu (29/3), ia menegaskan bahwa Tuhan menolak doa pemimpin yang memulai perang dengan “tangan penuh darah.” Selasa (31/3), ia langsung menyerukan Presiden AS Donald Trump untuk menemukan solusi agar perang dapat berakhir. Washington D.C. pun memberikan respons terhadap ajakan tersebut.