Solving Problems: Ukraina Tawarkan Bantuan Buka Blokir Selat Hormuz

Ukraina Tawarkan Bantuan Buka Blokir Selat Hormuz

Jalur pengangkutan minyak Selat Hormuz, yang sempat ditutup oleh Iran, menjadi sorotan setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengajukan penawaran bantuan. Tindakan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel, yang memicu perang di Timur Tengah. Penutupan ini memengaruhi pasokan energi global, karena sekitar 20-30 persen minyak mentah dunia melewati area tersebut setiap hari.

Kenaikan harga minyak mentah global menjadi dampak nyata dari penutupan Selat Hormuz. Selain itu, aliran bahan bakar ke berbagai negara juga terganggu. Zelensky, dalam wawancara dengan AFP, menyampaikan bahwa ia tidak khusus terlibat dalam isu ini, tetapi menawarkan dukungan untuk pertahanan selama kunjungannya ke kawasan Timur Tengah dan Teluk.

“Saya sampaikan kepada perwakilan negara-negara Timur Tengah dan Teluk bahwa Ukraina siap memberikan bantuan dalam segala hal yang berkaitan dengan pertahanan,” ujar Zelensky, Jumat (3/4).

Menurut Zelensky, keterlibatan Ukraina didasari pengalaman Kiev dalam membuka blokade Rusia sejak awal invasi. Ia juga mengkhawatirkan kemungkinan diabaikan oleh dunia internasional, karena perhatian kini lebih terpusat pada konflik Timur Tengah. Angkatan bersenjata Ukraina terbukti efektif menghancurkan drone Rusia, yang kemiripannya dengan drone Iran menarik perhatian negara-negara di wilayah Teluk.

Dalam beberapa hari terakhir, Zelensky melakukan kunjungan ke negara-negara Timur Tengah dan menandatangani kesepakatan pertahanan dengan Qatar serta Arab Saudi. Ia percaya langkah ini akan memperkuat hubungan Ukraina dengan kawasan tersebut selama bertahun-tahun ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *