Special Plan: AS Bekuk Warga yang Koar-koar Mau Bunuh Trump di Facebook

AS Bekuk Warga yang Koar-koar Mau Bunuh Trump di Facebook

Pada Kamis (2/4), Biro Investigasi Federal (FBI) mengumumkan telah menangkap Andrew Emerald, seorang pria berusia 45 tahun, di kediamannya di Massachusetts. Emerald diduga mengancam akan membunuh Presiden Donald Trump melalui unggahan di Facebook. Petugas gabungan dari Satuan Tugas Terorisme Massachusetts Barat dan #FBI Boston mengambil tindakan tersebut setelah menemukan indikasi bahaya dari ancamannya.

Pelaku Ancaman Tidak Mudah Menyerah

Dalam laporan FBI, Emerald sempat menolak keluar dari rumahnya dan menodongkan senjata ke petugas. Untuk memastikan keselamatan, para petugas mengancam akan menembak jika tindakan berbahaya terjadi. Setelah negosiasi, Emerald akhirnya keluar dengan aman.

Di samping itu, FBI juga membagikan foto pedang dan pisau yang diduga ditemukan di lokasi kejadian. Barang-barang tersebut menunjukkan persiapan Emerald untuk melakukan aksi serius.

Sejarah Ancaman ke Trump

Emerald sebelumnya mengunggah berbagai ancaman pembunuhan ke Trump di media sosial. Dalam satu postingannya, ia menyatakan rencana untuk pergi ke Washington DC sambil membawa senjata tajam. “Saya akan ke DC dengan pedang saya dan membunuh Trump serta teroris yang ia dukung sebanyak mungkin,” tulisnya.

“Entah Trump mati dan dikubur pada 2026 atau saya akan memburu dia dan menguburnya,” ujarnya dalam postingan lain pada Mei 2025.

Bahkan, Emerald pernah diinterogasi oleh pengadilan pada 2018 karena kemungkinan ancaman menembak presiden. Ia juga ditangkap setelah didakwa pada 19 Maret atas delapan tuduhan terkait pengiriman komunikasi yang berpotensi memicu kekerasan antar negara bagian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *