Special Plan: AS Setuju Cairkan Aset Iran Rp102 T yang Dibekukan di Qatar

AS Setuju Cairkan Aset Iran Rp102 Triliun yang Dibekukan di Qatar

Reuters: AS Sepakat Melepaskan Dana Iran untuk Keamanan Selat Hormuz

Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyetujui pelepasan miliaran dolar dari aset Iran yang ditahan di Qatar serta sejumlah bank internasional. Sumber dari Reuters menyebutkan, seorang pejabat Iran menyatakan bahwa Gedung Putih bersedia mengembalikan dana tersebut sebagai upaya menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Gedung Putih sepakat melepas dana Iran sebesar US$6 miliar atau sekitar Rp102,5 triliun yang tersimpan di Qatar.

Permintaan pelepasan dana ini terkait dengan isu Selat Hormuz, yang menjadi fokus utama dalam perundingan AS-Iran saat ini. Kedua pihak mulai berdiskusi di Islamabad, Pakistan, pada 11 April lalu. Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS dan Kementerian Luar Negeri Qatar.

Aset Iran yang dibekukan oleh AS sejak 2018 menjadi syarat penting dalam pembicaraan dengan Washington. Awalnya, dana tersebut terkumpul di bank Korea Selatan, tetapi dijatuhkan sanksi oleh Trump pada 2018 setelah perjanjian nuklir antara Teheran dan negara-negara besar dibatalkan. Selama negosiasi pertukaran tahanan di Doha pada September 2023, dana tersebut dialihkan ke Qatar sebagai imbalan untuk melepaskan lima warga AS yang ditahan di Iran.

Langkah ini juga melibatkan pembebasan lima warga Iran yang ditahan di AS. Menurut sumber, pelepasan dana harus digunakan untuk keperluan kemanusiaan, seperti kebutuhan pangan, obat, dan barang pertanian, di bawah pengawasan Kementerian Keuangan AS. Namun, Biden memutuskan membekukan kembali dana itu setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, menegaskan bahwa Iran belum bisa mengakses dana tersebut dalam waktu dekat.

Total aset Iran yang dibekukan di luar negeri diprediksi mencapai lebih dari US$100 miliar atau sekitar Rp1.703 triliun. Akses ke dana ini sangat vital bagi Iran, terutama karena sanksi bertahun-tahun telah mengurangi cadangan devisa negara, melemahkan rial, dan memperburuk inflasi. Dalam perundingan kali ini, Iran juga menekankan perlunya pencabutan sanksi utama dan sekunder yang diterapkan AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *