Special Plan: Trump Kembali Lontarkan Ancaman: Peradaban di Iran Punah Malam Ini!
Trump Ancam Hancurkan Peradaban Iran Jika Tidak Buka Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman serius terkait peradaban Iran, menyatakan bahwa seluruh budaya dan sejarah negara tersebut akan lenyap sebelum tengah malam (7/4) jika tidak memenuhi tuntutan AS mengenai pembukaan Selat Hormuz. Pernyataan ini dibagikan melalui akun media sosial Truth Social miliknya, dengan mengatakan,
“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tapi mungkin akan terjadi.”
Trump menegaskan bahwa momen tersebut akan menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah global, menurut laporan Reuters.
Ultimatum yang Menyisakan Waktu Terbatas
Ancaman Trump terjadi di tengah batas waktu ultimatum yang diberlakukannya untuk Iran membuka Selat Hormuz. Ultimatum itu akan berakhir pada Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu AS, atau sekitar pukul 4.30 pagi pada Rabu (8/4) waktu Iran. Dalam pernyataannya, Trump juga menyebutkan rencana untuk “meratakan” Iran dan mengubah negara tersebut menjadi “bak neraka”.
Respon dari Presiden Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa lebih dari 14 juta penduduknya bersedia berjuang membela negara tersebut. Dalam unggahan di X, ia menulis,
“Lebih dari 14 juta warga Iran yang bangga telah mendaftar untuk mengorbankan nyawa mereka demi membela Iran.”
Pezeshkian menambahkan, “Saya pun telah, sedang, dan akan tetap setia memberikan hidup saya untuk Iran.” Namun, ia tidak memberikan rincian tambahan mengenai keikutsertaan warga dalam operasi tersebut.
Intensitas Serangan dan Tantangan Iran
Iran sendiri memiliki populasi sekitar 90 juta orang. Meski demikian, negara itu belum menunjukkan tanda-tanda menyetujui ultimatum Trump. Jelang tenggat waktu, serangan terhadap Iran terus meningkat, mengarah pada infrastruktur seperti jembatan kereta api, jalan raya, bandara, pabrik petrokimia, serta saluran listrik. Sebelumnya, Trump juga pernah menyatakan rencana menghancurkan situs energi dan jembatan di Iran dalam waktu empat jam.