Special Plan: Trump Ngotot Bangun Aula Dansa Gedung Putih Demi Keamanan Nasional

Trump Ngotot Bangun Aula Dansa Gedung Putih Demi Keamanan Nasional

Donald Trump, Presiden AS, mengajukan permohonan darurat untuk melanjutkan proyek pembangunan aula dansa di Gedung Putih. Pemerintahan menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena alasan keamanan nasional, serta sebagai respons terhadap perintah pengadilan yang menyuruh proyek tersebut dihentikan sementara. Kuasa hukum pihak Trump menilai putusan pengadilan kurang tepat dan justru membahayakan kompleks Gedung Putih.

Mereka menyatakan bahwa area konstruksi yang belum selesai memicu risiko keamanan, terutama karena lokasi hanya dalam kondisi separuh bangun. Dokumen permohonan mengutip Al Jazeera, Minggu (5/4), menyebut perintah pengadilan “tidak dapat dipertahankan dan harus ditangguhkan.” Proyek ini juga menyoroti langkah-langkah keamanan yang direncanakan, termasuk atap yang bisa menahan serangan drone serta kaca tahan peluru dan ledakan.

Pembongkaran Sayap Timur Gedung Putih, yang sebelumnya digunakan sebagai ruang kerja Ibu Negara AS, telah memicu kritik sejak pertengahan 2025. Beberapa tokoh Demokrat, termasuk mantan Ibu Negara Hillary Clinton, menuding Trump merendahkan keberadaan kediaman resmi presiden. Alih-alih merespons celaan, Trump menganggap suara protes tersebut sebagai “musik di telinga saya.”

“Kami sedang membangun aula dansa kelas dunia,” ujar Trump dalam acara makan siang bersama senator Republik di Gedung Putih pada Selasa 21 Oktober 2025.

Permohonan Trump dibantah oleh National Trust for Historic Preservation, organisasi nirlaba yang bertugas melindungi bangunan bersejarah. Dalam putusan kasus tersebut, Hakim Richard Leon memerintahkan proyek dihentikan sementara. Ia menekankan bahwa kelanjutan pembangunan memerlukan persetujuan dari Kongres AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *