Special Plan: Trump Ultimatum Iran untuk Buka Selat Hormuz

Trump Ultimatum Iran untuk Buka Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan tenggat waktu 48 jam bagi Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir atau membuka kembali Selat Hormuz sejak Sabtu (4/4). Ia menekankan bahwa waktu untuk negosiasi semakin sempit, dengan ancaman tajam terhadap kepentingan strategis Iran.

“Ingat ketika saya beri Iran sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz,” tulis Trump di platform Truth Social. “Sekarang hanya tersisa 48 jam sebelum krisis melanda mereka.”

Dalam pernyataan sebelumnya, pada Minggu 22 Maret, Trump pernah mengeluarkan ancaman serupa. Ia mengisyaratkan bahwa AS akan melakukan serangan terhadap fasilitas energi Iran jika Iran tidak memenuhi syarat dalam waktu 48 jam.

“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz dalam 48 jam, AS akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar,” ujarnya.

Pada 26 Maret, Trump memperpanjang tenggat waktu negosiasi nuklir menjadi 10 hari setelah Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak berbendera Pakistan melewati Selat Hormuz. Namun, ancaman terhadap Iran kembali muncul dalam ultimatum terbaru, menunjukkan ketegangan yang memburuk.

Perang di Timur Tengah semakin memanas sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang menyebabkan kematian lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran membalas dengan menyerang fasilitas militer AS dan Israel menggunakan drone serta rudal.

Iran juga membatasi akses kapal ke Selat Hormuz, jalur vital yang melalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Langkah ini dianggap sebagai tindakan balasan terhadap tekanan dari pihak AS, sekaligus memperkuat posisi politik dan militer negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *