Kapan Waktu Terbaik untuk Jalan Kaki? Begini Penjelasan Sains

Jadwal Berjalan Terbaik untuk Kesehatan

Berjalan kaki adalah aktivitas yang sederhana namun menyimpan banyak manfaat, mulai dari meningkatkan kesehatan jantung hingga memperbaiki suasana hati. Namun, pilihan waktu untuk berjalan ternyata bisa memengaruhi manfaat spesifik yang didapat. Para ahli menyebutkan bahwa setiap periode dalam sehari memberikan dampak berbeda terhadap tubuh. Berikut penjelasannya, diadaptasi dari Women’s Health.

Jadwal Pagi: Meningkatkan Metabolisme dan Kualitas Tidur

Berjalan di pagi hari bisa menjadi pilihan yang baik jika Anda terbiasa bangun lebih awal. Aktivitas ini membantu menyesuaikan ritme sirkadian tubuh, yang juga berpengaruh pada kualitas tidur. Menurut penelitian Journal of Health Psychology (2024), paparan cahaya matahari pagi berkontribusi pada kualitas tidur yang lebih baik di malam hari.

Secara khusus, berjalan saat perut kosong bisa memicu tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Penelitian tahun 2023 menunjukkan bahwa aktivitas ini lebih efektif dalam mengoptimalkan tekanan darah serta resistensi insulin dibandingkan jika dilakukan di sore hari, terutama pada penderita sindrom metabolik. Namun, jika asupan protein tidak cukup, risiko pembakaran massa otot bisa meningkat.

Jadwal Siang atau Sore: Membantu Kontrol Gula Darah dan Kardiovaskular

Jika Anda bukan tipe pagi hari, siang atau sore hari bisa menjadi waktu yang ideal. Tubuh dalam masa ini biasanya sudah terhidrasi dan memiliki energi yang cukup dari sarapan atau makan siang.

Menurut studi Nature Communications (2023), berjalan di siang hari atau sore hari lebih efektif dalam menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan jalan pagi. Selain itu, berjalan setelah makan bisa membantu mengatur kadar glukosa darah, terutama bagi penderita diabetes. Gerakan otot selama aktivitas ini mengurangi penumpukan gula dari makanan.

Jadwal Malam: Meningkatkan Pencernaan dan Mengurangi Kebiasaan Ngemil

Berjalan setelah makan malam membantu mempercepat proses pencernaan. Ini bisa menjadi solusi untuk menghindari kebiasaan makan larut malam.

Dalam kasus tipe orang yang bangun lebih lambat, olahraga di malam hari justru bisa memperbaiki siklus tidur mereka. Namun, bagi tipe early bird, kegiatan ini mungkin menunda produksi melatonin. Jadi, waktu yang tepat tergantung pada kondisi individu.

Kapan Waktu Terbaik untuk Berjalan?

Secara umum, berjalan kaki di waktu apa pun tetap bermanfaat besar bagi kesehatan. Intinya bukan hanya waktu, melainkan konsistensi.

“Pilihlah jam yang memungkinkan Anda melakukannya secara rutin setiap hari,”

kata profesor sains olahraga dari University of Michigan, Laura A. Richardson. Konsistensi membantu membentuk kebiasaan dan menjaga keseimbangan ritme sirkadian tubuh.

Sementara sebagian besar penelitian hingga kini berfokus pada subjek laki-laki, penting bagi wanita untuk mencoba berbagai waktu dan menemukan yang paling cocok untuk tubuh mereka sendiri. Eksperimen pribadi bisa menjadi kunci untuk mengetahui manfaat optimal berjalan kaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *