Solution For: Awas! Duduk Lama Berisiko Merusak Jantung, Lantas Harus Gimana?
Awas! Duduk Lama Berisiko Merusak Jantung, Lantas Harus Gimana?
Menurut para ahli kesehatan global, aktivitas duduk terlalu lama sering disebut “new smoking” karena memiliki dampak serupa dengan merokok. Penelitian terbaru mengungkap bahwa meskipun seseorang berolahraga, risiko penyakit jantung tetap meningkat jika terlalu lama duduk. Simak langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengurangi bahaya ini.
Mengapa Duduk Lama Menjadi Ancaman?
Riset yang terbit di American College of Cardiology menemukan bahwa olahraga sedang atau intens selama seminggu belum cukup mengatasi risiko kardiovaskular akibat kebiasaan duduk terlalu lama. Analisis data dari UK Biobank menunjukkan lebih dari 89 ribu partisipan yang dipantau selama satu dekade. Peneliti memfokuskan pada hubungan antara durasi duduk dan risiko penyakit seperti fibrilasi atrium, serangan jantung, serta gagal jantung.
“Kurangnya gerakan memperlambat sirkulasi, melemahkan otot jantung, dan berkontribusi pada peningkatan berat badan, tekanan darah tinggi, serta resistensi insulin,” ujar ahli kardiologi Rigved Tadwalkar seperti dilansir Women’s Health Magazine.
Risiko yang Terancam
Hasil riset menunjukkan, orang yang duduk lebih dari 10,6 jam sehari (tanpa menghitung waktu tidur) memiliki risiko hingga 60 persen lebih tinggi mengalami gagal jantung atau meninggal akibat gangguan kardiovaskular. Meski olahraga rutin bisa mengurangi risiko fibrilasi atrium dan serangan jantung, manfaatnya terbatas dalam mencegah gagal jantung dan kematian.
Langkah untuk Mengatasi
Menurut Mayo Clinic, mengurangi waktu duduk dan meningkatkan gerakan adalah kunci. Beberapa cara praktis antara lain: berdiri saat berbicara di telepon atau menonton tv, menggunakan meja berdiri saat bekerja, serta mengadakan rapat sambil jalan kaki. Selain itu, aktifitas fisik seperti berjalan di treadmill atau menyelesaikan tugas sambil bergerak bisa menjadi solusi sehari-hari.