Studi: Diet Mediterania Kurangi Risiko Stroke Hingga 25 Persen

Hasil Penelitian Menunjukkan Diet Mediterania Menurunkan Risiko Stroke Hingga 25 Persen

Penelitian yang berlangsung selama 21 tahun mengungkapkan bahwa mengadopsi pola makan Mediterania dapat mengurangi risiko terkena stroke secara signifikan, hingga 25 persen. Studi ini, yang dipimpin oleh tim peneliti dari Amerika Serikat dan Yunani, menemukan hubungan antara diet tersebut dengan penurunan risiko stroke hemoragik serta iskemik. Dengan memperbaiki pola makan, masyarakat bisa mengurangi kemungkinan mengalami kondisi penyakit yang mengancam nyawa dan kualitas hidup.

Pola Makan Mediterania: Pendekatan Sehat untuk Mencegah Stroke

Diet Mediterania, sebagaimana dijelaskan oleh Cleveland Clinic, fokus pada konsumsi makanan nabati serta lemak sehat. Peserta yang mengikuti pola ini lebih sering mengonsumsi sayuran, buah, kacang, dan biji-bijian, sementara minyak zaitun ekstra virgin menjadi sumber lemak utama. Daging tetap bisa dikonsumsi, tetapi lebih disarankan memilih ikan dan ayam daripada daging merah. Gula, makanan manis, dan mentega justru dihindari.

Metode Penelitian dan Analisis Data

Penelitian melibatkan 105.614 wanita berusia rata-rata 53 tahun di California, yang awalnya tidak memiliki riwayat stroke. Peserta dinilai berdasarkan skor kesesuaian dengan diet Mediterania, mulai dari 0 hingga 9. Kelompok tertinggi (skor 6-9) terdiri dari 30 persen peserta, sementara kelompok terendah (skor 0-2) mencakup 13 persen. Sisanya berada di tengah rentang skor. Selama 21 tahun, semua peserta dipantau untuk menilai risiko stroke.

Temuan Utama dan Dampak Signifikan

Hasil menunjukkan bahwa peserta yang paling konsisten mengikuti diet Mediterania memiliki risiko 18 persen lebih rendah mengalami stroke dibandingkan kelompok dengan skor lebih rendah. Di sisi lain, risiko stroke iskemik berkurang 16 persen, sementara stroke hemoragik mengalami penurunan sebesar 25 persen. Faktor lain seperti kebiasaan merokok, tingkat aktivitas fisik, dan tekanan darah tinggi telah diakomodasi dalam analisis.

“Temuan kami memperkuat argumen bahwa gaya hidup sehat sangat efektif dalam mencegah stroke,” kata Sophia Wang, penulis utama studi, seperti dilaporkan The Guardian.

“Penelitian ini memberikan wawasan penting terhadap stroke hemoragik, yang meskipun langka, memiliki dampak serius. Ini bisa menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan,” tambah Juliet Bouverie, kepala eksekutif Stroke Association.

Keterbatasan dan Keperluan Penelitian Lanjutan

Studi ini memiliki batasan, karena hanya melibatkan wanita dan bergantung pada laporan diet dari peserta. Meski demikian, hasilnya tetap menarik karena menunjukkan manfaat diet Mediterania untuk kedua jenis stroke. Wang menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme di balik efek ini dan mengembangkan strategi pencegahan baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *