Meeting Results: Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM: Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM: Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
Aliansi Mahasiswa Usulkan Penyelidikan Lengkap
Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Komnas HAM, mengutamakan kejelasan dalam penyelidikan kasus Andrie Yunus. Aksi yang dinamai “Tenda untuk Andrie, Tandu untuk Demokrasi” menunjukkan kecemasan terhadap penanganan kasus tersebut, meski telah berlangsung selama satu bulan. Aliansi Kolektif Merpati menilai perlunya investigasi lebih lanjut agar terungkap fakta secara utuh.
“Tenda untuk Andrie menjadi simbol bahwa pelaku pelanggaran hak asasi manusia harus diberi perlindungan nyata, baik dari pemerintah maupun solidaritas masyarakat sipil,” kata Dendy, Humas Kolektif Merpati, dalam pernyataan tertulis Senin (6/4).
Dendy menjelaskan, aksi ini juga mencerminkan kondisi demokrasi yang kritis. Ia menegaskan bahwa nyawa aktivis sering kali menjadi taruhan dalam pertarungan kepentingan elite politik, sehingga rakyat menjadi korban utama. Menurutnya, penanganan kasus oleh Puspom TNI belum memenuhi standar transparansi.
“Penyelidikan oleh institusi militer memperkuat kekhawatiran terhadap impunitas, terlebih jika pelaku berasal dari lingkungan yang sama,” tutur Dendy. “Situasi ini menggambarkan adanya konflik kepentingan serius yang mengancam prinsip akuntabilitas. Keadilan bagi Andrie adalah bagian dari upaya menjaga demokrasi,” tambahnya.
Empat Tuntutan Aliansi
Sebagai tindak lanjut, Kolektif Merpati mengusulkan empat langkah strategis. Pertama, pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan elemen masyarakat sipil. Kedua, penyelidikan kasus harus diadili di pengadilan umum untuk memastikan independensi. Ketiga, DPR diminta mempercepat pengesahan regulasi perlindungan bagi pelaku HAM. Keempat, dilakukan audit menyeluruh terhadap BAIS TNI.
Anggota Aliansi
Kolektif Merpati terdiri dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Trisakti, Universitas Nasional, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, dan Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta. Anggota lainnya meliputi Unika Atma Jaya, UNJ, Universitas Indraprasta Jakarta, serta STIH Jentera, UNS, UIN Jakarta, IPB, dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.