New Policy: Evaluasi Korlantas di Arus Mudik 2026: Pemudik Naik, Kecelakaan Turun
Evaluasi Operasi Ketupat 2026: Kecelakaan Lintas Jalan Menurun Meski Arus Mudik Meningkat
Dalam evaluasi Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan hasil analisis yang menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah korban meninggal dunia (MD) meski terjadi peningkatan volume pemudik. Data menunjukkan angka MD berkurang 31,19 persen, dengan penurunan sebanyak 136 jiwa dibandingkan masa Lebaran tahun sebelumnya.
Selama periode 13–29 Maret 2026, arus kendaraan di gerbang utama Jakarta mencapai 3.255.002 unit untuk arus keluar dan 2.989.931 unit untuk arus masuk, masing-masing naik 18,43 persen dan 10,79 persen dari kondisi normal. Meski begitu, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) secara keseluruhan turun 6,31 persen, dari 3.754 menjadi 3.517 kasus. Penurunan juga tercatat pada kategori korban luka berat (LB), menurun 13,8 persen.
Pelaksanaan Operasi Dinilai Positif
Agus menuturkan keberhasilan operasi tersebut dipengaruhi oleh sinergi lintas sektor dan kesigapan petugas. “Dihaturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas keberhasilan Operasi Ketupat 2026, yang sore ini disampaikan langsung oleh Bapak Kapolri,” ujarnya dalam keterangan Rabu (1/4).
Dihaturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas keberhasilan Operasi Ketupat 2026, yang sore ini disampaikan langsung oleh Bapak Kapolri.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menilai kegiatan pengamanan arus mudik dan balik berjalan lancar. Dia menyoroti peningkatan kelancaran perjalanan dan pengurangan insiden kecelakaan, yang dianggap sebagai capaian positif selama masa libur Lebaran.
Strategi Humanis dan Edukasi Kesadaran Berlalu Lintas
Agus menginstruksikan jajaran Korlantas untuk terus mempertahankan metode interaksi yang humanis dan dialogis. “Melalui pendekatan superhumanis, kita menciptakan kesadaran berlalu lintas dan memastikan kamseltibcarlantas,” tambahnya. Kesadaran tersebut, menurutnya, dibangun tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga edukasi yang lebih santun.
Sebanyak 88,1 persen dari proyeksi kendaraan sudah kembali ke Jakarta hingga akhir periode operasi. Kelancaran arus juga didukung 285 intervensi rekayasa lalu lintas, terdiri dari 205 pengalihan arus, 39 contraflow, 39 one way lokal presisi, dan 2 one way nasional presisi.
Kebijakan Pemerintah Memengaruhi Arus Mudik
Penurunan kepadatan lalu lintas, menurut Kapolri, dipengaruhi oleh beberapa kebijakan stimulus, seperti diskon tarif tol, program mudik gratis, dan kebijakan bekerja dari mana saja (WFA) serta bekerja di rumah (WFH). Kebijakan pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas juga berperan penting dalam mengoptimalkan arus.
Sektor transportasi publik melihat peningkatan penumpang di semua moda. Angka tertinggi tercatat di pelabuhan, naik 15,51 persen atau 5,52 juta penumpang, disusul terminal, stasiun, dan bandara dengan kenaikan masing-masing 11,41 persen, 8,06 persen, dan 6,99 persen.