Visit Agenda: KPAI Minta Siswa SMP Korban Peluru Nyasar TNI di Gresik Dilindungi

KPAI Minta Siswa SMP Korban Peluru Nyasar TNI di Gresik Dilindungi

Sebuah insiden peluru nyasar yang menimpa dua siswa di SMP Negeri Gresik, Jawa Timur, telah menjadi perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI meminta perlindungan dan dukungan psikologis bagi anak-anak yang terkena dampak, serta proses hukum yang berjalan cepat, sesuai ketentuan UU Perlindungan Anak Pasal 59A.

“KPAI bersimpati dan sesuai UU Perlindungan Anak Pasal 59A, proses hukum harus cepat dan anak harus mendapatkan pendampingan psikologis serta perlindungan hukum,” kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini, Selasa (7/4) seperti dikutip dari Antara.

Dalam laporan, kejadian tersebut terjadi ketika para siswa sedang mengikuti kegiatan sosialisasi di satu sekolah pada Rabu (17/12/2025). Latihan menembak rutin TNI AL di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi, diduga menjadi sumber peluru yang menyasar siswa.

Dua korban, DFH (14) dan RO (15), langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang untuk pemeriksaan dan perawatan intensif. Hasil rontgen menyebutkan peluru bersarang di tangan kiri DFH dan punggung kanan RO. Keduanya kemudian menjalani operasi besar untuk mengangkat proyektil, di mana DFH mengalami patah tulang di telapak tangan kirinya dan diberi pen.

KPAI menerima laporan terkait kejadian tersebut dan berencana mengirimkan informasi ke berbagai instansi terkait, termasuk Kementerian Pertahanan. “KPAI menerima cek aduan kasus ini dan akan menindaklanjuti untuk menyampaikan langsung kepada pihak terkait, termasuk Kemenhan,” kata Diyah Puspitarini.

TNI AL melalui Korps Marinir menyatakan bahwa peluru yang menyasar siswa berasal dari latihan menembak di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Perwakilan TNI AL mengunjungi rumah sakit setelah kejadian untuk memastikan korban mendapat penanganan medis, sekaligus membenarkan bahwa latihan tersebut diikuti empat batalyon, yakni Zeni, Angmor, POM, dan Taifib.

“Perlu kami jelaskan dan tegaskan bahwa sejak menerima informasi kejadian tersebut satuan bergerak cepat melakukan koordinasi dan pendalaman di lapangan, mengunjungi lokasi sekolah serta memastikan kedua korban mendapat tindakan medis,” ujar Mayor Ahmad Fauzi, Perwira Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, dalam video keterangan resminya, Jumat (3/4).

Fauzi menegaskan bahwa kesat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *