Meeting Results: Bank Mega Catat Laba Rp3,4 T di 2025: Bagikan Rp2 T Dividen
Bank Mega Catat Laba Rp3,4 T di Tahun 2025, Bagikan Dividen Rp2 T
PT Bank Mega Tbk mencatatkan pendapatan tahunan sebesar Rp3,4 triliun pada 2025, naik 28 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pendapatan berbasis biaya (Fee Based Income) sebesar 54 persen, mencapai Rp2,79 triliun dari Rp1,82 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Penyaluran Dividen dan Alokasi Laba
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diadakan di Menara Bank Mega, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (31 Maret), perseroan memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp2 triliun dari laba tahunan. Sisanya, yaitu Rp1,3 triliun, akan dijadikan saldo laba, sementara Rp35,1 juta disisihkan sebagai dana cadangan.
Pertumbuhan Aset dan Kredit
Pertumbuhan aset Bank Mega tercatat positif, mencapai Rp140,83 triliun pada akhir tahun 2025, naik 4 persen dari tahun sebelumnya. Pengelolaan kredit tetap berfokus pada sektor korporasi, dengan total kredit mencapai Rp67,23 triliun, tumbuh 4 persen dari tahun sebelumnya. Kualitas kredit tetap stabil, dengan rasio NPL yang turun menjadi 1,65 persen.
Kinerja Dana Pihak Ketiga
Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami peningkatan 14 persen, mencapai Rp104,13 triliun. Komposisi DPK masih didominasi oleh deposito, namun saldo rekening tabungan (CASA) naik 2 persen dibandingkan periode sebelumnya menjadi Rp28,14 triliun.
Fundamental Keuangan yang Kuat
Fundamental keuangan Bank Mega tetap solid, tercermin dari rasio CAR mencapai 30,49 persen serta kebijakan LDR berada di level sekitar 70 persen. Rasio keuangan lainnya menunjukkan kinerja yang kuat, antara lain ROA sebesar 3,10 persen, ROE sebesar 15,54 persen, NIM 4,18 persen, serta BOPO 69,12 persen.
Target Tahun 2026 dan Strategi
Untuk 2026, Bank Mega menetapkan target pendapatan bersih sebesar Rp3,7 triliun, dengan total kredit sebesar Rp74 triliun, DPK Rp111 triliun, dan aset diperkirakan meningkat menjadi Rp149 triliun. Strategi utama untuk mencapai target tersebut meliputi: 1. Menjaga likuiditas dengan menggenjot dana murah (low cost funding) 2. Memperluas volume kredit wholesale melalui penyaluran bilateral dan sindikasi 3. Mempercepat pertumbuhan kartu kredit 4. Menguatkan peran cabang sebagai motor penggerak bisnis 5. Mengoptimalkan investasi aset treasury 6. Menjaga pertumbuhan profit yang berkelanjutan.