Topics Covered: OJK Catat Kredit Februari 2026 Naik 9,37% Menjadi Rp8,56 T
OJK Catat Kredit Februari 2026 Naik 9,37% Menjadi Rp8,56 T
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan peningkatan penyaluran kredit perbankan sebesar 9,37 persen dibandingkan Februari tahun lalu. Pertumbuhan ini terjadi dalam kondisi risiko yang tetap terjaga, sehingga total kredit mencapai Rp8,559 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan kinerja intermediasi perbankan masih stabil dengan hasil positif.
“Pada Februari 2026, kredit tumbuh sebesar 9,37 persen year-on-year (yoy) menjadi sebesar Rp8,559 triliun,” ujar Dian dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 secara daring, Senin (6/4).
Berdasarkan penggunaan kredit, sektor investasi menunjukkan pertumbuhan tertinggi sebesar 20,72 persen yoy. Sementara itu, kredit korporasi menjadi kategori dengan pertumbuhan terbesar kedua, mencapai 14,74 persen yoy. Dian menyoroti kredit dari bank BUMN sebagai yang paling pesat, tumbuh 12,78 persen yoy.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan 13,18 persen yoy, totalnya mencapai Rp10,10 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan giro, deposito, dan tabungan masing-masing sebesar 18,56 persen, 13 persen, serta 8,12 persen yoy.
Dian menyebutkan rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) naik 121,29 persen yoy, sementara rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) tumbuh 27,4 persen yoy. Keduanya masih berada di atas ambang batas masing-masing, yaitu 50 persen dan 10 persen.