4 Daerah di Sulsel Berstatus KLB Campak – Total 169 Kasus Positif
4 Daerah di Sulsel Diungkapkan Berstatus KLB Campak, Total 169 Kasus Positif
Empat kabupaten/kota di Sulawesi Selatan diumumkan sebagai zona KLB campak setelah tercatat 169 kasus infeksi di Makassar, Sinjai, Luwu, serta Wajo. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, Jumat (10/4). “Saat ini sudah ada empat daerah yang ditetapkan sebagai KLB campak. Total yang sudah diperiksa mencapai 1.304 kasus, dengan 169 di antaranya terkonfirmasi,” jelas Evi.
Kasus Tinggi Disebabkan Rendahnya Cakupan Vaksinasi
Dari hasil investigasi, faktor dominan penyebab tingginya angka kasus adalah kurangnya perlindungan melalui vaksinasi, dengan sekitar 69 persen dari total insiden terjadi karena anak tidak mendapatkan suntikan campak, kata Evi. “Kasus campak di Sulsel sangat tinggi, dan penyebab utamanya adalah rendahnya tingkat kekebalan tubuh akibat vaksinasi yang tidak optimal,” tambahnya.
“Kita sudah mengikuti surat edaran pemerintah tentang kewaspadaan kejadian luar biasa campak. Pemprov sendiri juga sudah mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan dan penanggulangan campak. Kemudian juga kita telah melakukan Outbreak Response Immunization pada daerah yang diduga atau yang terhubung dengan kejadian KLB tersebut,” katanya.
Pelacakan Kasus Menggunakan Teknologi Digital
Sistem pelacakan dilakukan secara digital, dengan data kasus diteruskan ke platform khusus yang berfungsi sebagai indikator peringatan. Setelah itu, tim medis melakukan konfirmasi dan pencarian kontak melalui inspeksi langsung ke rumah warga, ujar Evi. “Kalau ada kasus suspek campak terdeteksi, akan dilaporkan di satu aplikasi. Selanjutnya diverifikasi oleh petugas kesehatan dan dilakukan tracing untuk memutus rantai penyebaran,” terangnya.
Meskipun status KLB telah diberlakukan, kondisi di wilayah tersebut tetap terkendali tanpa perlu penambahan tenaga medis atau pembentukan posko khusus. “Walaupun sudah dinyatakan KLB, tapi kita belum ada penambahan tenaga ataupun posko karena Alhamdulillah selama ini sudah berjalan dengan baik dan dapat kita tangani,” katanya.