5 Desa di Aceh Tengah Kembali Terisolir Imbas Jembatan Darurat Putus
5 Desa di Aceh Tengah Kembali Terisolir Imbas Jembatan Darurat Putus
Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengungkapkan lima desa di wilayah tersebut kembali terisolir setelah jembatan darurat yang dibangun pasca-bencana November 2025 lalu mengalami kerusakan akibat banjir susulan. Situasi ini terjadi sejak Senin (6/4) dan berdampak pada aksesibilitas ke lima desa yang terkena.
Desa yang terisolir meliputi Terang Engon di Kecamatan Silih Nara, serta Burlah, Buge Ara, Kekuyang, dan Bintang Pepara di Kecamatan Ketol. Wilayah ini saat ini masih sulit dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun empat. Andalika menjelaskan, jembatan darurat yang putus terletak di Terang Engon, jembatan simpil di Kecamatan Linge, dan jembatan Berawang Gajah.
“Akses jembatan putus lagi, sehingga menyebabkan terisolirnya Desa Terang Engon Kecamatan Silih Nara, serta beberapa desa di Kecamatan Ketol yaitu Desa Burlah, Buge Ara, Kekuyang, dan Bintang Pepara,” kata Andalika kepada wartawan, Selasa (7/4).
Kepala Posko Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) wilayah Aceh, Safrizal ZA, yang juga menjabat sebagai Dirjen Bina Adwil Kemendagri, menegaskan upaya pihaknya untuk memenuhi kebutuhan warga di lima desa yang terputus aksesnya. “Wilayah terisolir kita berusaha sejauh mungkin. Jalur kendaraan berat belum bisa dilalui, tapi kita akan penuhi semua kebutuhan di lima desa tersebut,” ucapnya.
Menurut Safrizal, tim dari Kementerian PU telah dikerahkan untuk siaga di lokasi banjir dan longsor. “Tim PU siaga di tempat, jika akses yang terputus seperti tadi malam diperbaiki. Terputus lagi kita perbaiki lagi,” tuturnya.