Gempa M6,2 di Kepulauan Talaud Sulut – Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M6,2 di Kepulauan Talaud Sulut, Tak Berpotensi Tsunami
Sabtu (4/4) pukul 17.34 WIB, gempa berkekuatan M6,2 mengguncang perairan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklaim gempa tersebut tidak membahayakan dengan potensi tsunami. Lokasi pusat gempa berada di laut, 88 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, sementara kedalaman hiposenternya mencapai 71 kilometer di bawah permukaan bumi.
Lokasi dan Kedalaman Gempa
Menurut informasi dari BMKG, gempa tersebut termasuk jenis gempa menengah yang disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan. Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan mekanisme sumber gempa sebagai pergerakan naik, atau thrust fault.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Rahmat dalam keterangan yang diterima Sabtu malam.
Dampak Gempa
Dari data BMKG, gempa tersebut dirasakan di wilayah Kepulauan Talaud dan Naha, dengan intensitas III-IV MMI. Di Manado, getaran gempa tercatat pada skala II-III MMI, yang menyebabkan terasa seakan truk berlalu di dekat rumah. Namun, tidak ada laporan kerusakan signifikan hingga saat ini.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tambah Rahmat.
Sebagai informasi tambahan, BMKG juga mengungkapkan bahwa hingga pukul 18.00 WIB, tidak terdeteksi aktivitas gempa susulan (aftershock) yang mengancam kestabilan wilayah tersebut. Gempa M6,2 ini dianggap sebagai kejadian alami yang tidak berdampak besar pada infrastruktur maupun kehidupan masyarakat di sekitar lokasi.