Important Visit: Prabowo Sapa Nachrowi Teman di Akmil: Dia Disiplin, Saya Agak Nakal
Prabowo Sapa Nachrowi Teman di Akmil: Dia Disiplin, Saya Agak Nakal
Dalam acara Pembukaan Musyawarah Nasional XVI Masa Bakti 2026-2030 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Presiden Prabowo Subianto menyapa Ketua Umum Persatuan Pencak Silat Putra Betawi Mayjen (Purn) Nachrowi Ramli. Ia menyebut Nachrowi sebagai sosok yang sangat disiplin saat menjalani pendidikan di Akademi Militer (Akmil).
Kemilau Kepribadian di Akmil
“Saya menyebut dia sebagai teman di Akademi Militer. Dulu, dia sangat disiplin, sedangkan saya lebih suka bersikap santai, meski kini saya menjabat sebagai presiden,” ujar Prabowo sambil menambahkan, “Tapi benar, saya saksi, disiplin, semuanya disiplin, lima waktu tidak pernah absen, beliau ini.”
Keduanya memasuki Akmil pada tahun 1970, bersama sejumlah tokoh nasional lain, termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Prabowo resmi lulus pada 1974, sementara Nachrowi telah menyelesaikan pendidikan lebih awal di tahun 1973. Selama masa tugasnya di militer, Nachrowi dikenal sebagai ahli intelijen yang berpengalaman. Ia memegang jabatan Kepala Lembaga Sandi Negara dari 2002 hingga 2008.
Setelah pensiun, Nachrowi bergabung dengan Partai Demokrat dan pernah menjadi salah satu kandidat dalam Pilgub DKI Jakarta 2012, mendampingi Fauzi Bowo. Namun, pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya memenangkan pemilihan. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan keputusannya untuk tidak melanjutkan periode sebagai Ketua Umum PB IPSI.
“Saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai ketua umum PB IPSI, karena tugas kebangsaan yang saya emban telah menyita banyak waktu, sehingga tidak mungkin saya efektif dalam menjalankan peran tersebut,” terang Prabowo. “Saya juga meminta maaf, beberapa saat ini bisa dikatakan hampir tiga tahun terakhir saya tidak aktif di depan, tapi selalu mendukung dari belakang. Apalagi saya menjadi presiden, pembinaan IPSI akan lebih dahsyat lagi.”
Meski tidak lagi menjabat sebagai ketua umum, Prabowo tetap menyatakan komitmennya terhadap PB IPSI. Ia yakin peran presiden akan memberikan dampak yang lebih besar bagi pengembangan organisasi tersebut.