Kesaksian Warga Terdampak Ledakan Pabrik Baja di Sidoarjo

Kesaksian Warga Terdampak Ledakan Pabrik Baja di Sidoarjo

Senin (6/4) siang jelang sore, ledakan dari pabrik pengolahan baja di Kecamatan Waru, Sidoarjo, menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga di Desa Janti. Suara keras seperti dentuman bom dan getaran berkekuatan signifikan memicu reaksi cemas di kawasan tersebut. CNNIndonesia.com mencatat, perumahan Wedoro Regency RT 04 RW 01 mengalami kerusakan, dengan tiga rumah terkena dampak. Selain itu, area Pelikan RW 08 juga dilaporkan mengalami kerusakan serupa.

Dampak pada Perumahan Wedoro Regency

“Banyak sekali itu runtuhan. Genteng empat itu memang jebol semuanya, ada bekasnya. Besi terus rontokan plafon banyak sekali. Saya perbaiki sendiri (gentengnya), seadanya saya taruh di atas, kalau ada air hujan bocor nanti merusak yang lain-lain,”

Menurut Muhammad Nur Holis (61), salah satu warga terdampak, ledakan yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB menyebabkan material besi panas jatuh menembus atap rumahnya. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena anggota keluarga sedang berada di luar. Lempengan besi yang menimpa atap berukuran sekitar 15 cm x 8 cm dengan ketebalan sekitar 3 cm dan berat 2 kilogram.

“Belum tahu itu benda apa, tapi berat sekali,”

Sementara Icha, warga lainnya, mengungkapkan pengalamannya sebelum ledakan terjadi. Ia melihat kilatan cahaya berwarna biru sebelum suara dentuman keras kedua kalinya terdengar. “Kalau di saya melihatnya biru, kalau di satpam melihatnya kuning. Terus suara bom (ledakan) dua kali. Habis itu ini rontok. Pintu jendela yang dikunci sampai bisa kebuka sendiri,”

Icha mengaku terkejut karena suara ledakan mirip dengan bom. Getaran kuat membuat peralatan dapurnya jatuh. “Saya kabur keluar karena takutnya ada apa-apa. Soalnya ledakannya itu enggak wajar, bukan kayak trafo listrik, tapi memang seperti ledakan mesiu, ledakan bom. Saya pernah waktu kejadian bom di Jakarta yang Kuningan, bunyinya itu sama, dentumannya sama,”

Sejumlah warga masih menunggu klarifikasi dari pihak perusahaan setelah kejadian. Mereka juga khawatir terjadi ledakan susulan. Di Kota Surabaya, dua rumah di Kutisari Indah Barat dilaporkan rusak akibat efek getaran ledakan tersebut. BPBD Surabaya menerima laporan pada pukul 15.50 WIB.

Deteksi Kerusakan di Surabaya

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, menjelaskan bahwa bangunan di Jalan Kutisari Indah Barat mengalami kerusakan berbeda. Rumah pertama milik TNM (45) mengalami lepasnya dudukan lampu dari plafon. Pemilik menyatakan tidak memerlukan bantuan perbaikan. Sementara rumah kedua, milik S (59), mengalami kerusakan lebih parah pada lantai dua, dengan kaca jendela kamar yang pecah.

Manajemen PT Great Wall Steel (GWS) mengungkapkan penyebab ledakan. Pekerja memotong material besi tua (scrap) di area terbuka saat kejadian. Material tersebut meledak tanpa diduga, meski sebelumnya sudah dipotong untuk masuk ke mesin peleburan. Insiden ini menyebabkan satu korban meninggal dan dua orang luka ringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *