Key Discussion: Flores Timur Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Gempa: 1.659 Mengungsi

Flores Timur Tetapkan Status Darurat Bencana Gempa: 1.659 Jiwa Mengungsi

Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengumumkan status darurat bencana setelah gempa bumi berkekuatan M4,7 mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (9/4) dini hari. Status ini berlaku selama empat bulan, dari 9 April hingga 8 Juli 2026, setelah melaksanakan rapat koordinasi bersama Forkopimda pada 9 April 2026.

“Status darurat bencana alam gempa bumi berlaku dari 09 April 2026 sampai 08 Juli 2026,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty Nemo, Minggu (12/4).

Dalam masa tanggap darurat, BPBD fokus pada pendistribusian bantuan berupa logistik, tenda, serta alas tidur untuk para pengungsi yang tersebar di sepuluh desa. Selain itu, tim juga melakukan pendataan kerusakan akibat gempa. Maria menjelaskan bahwa saat ini bantuan diberikan kepada warga yang terdampak dan sedang mengungsi, baik di tempat tinggal mandiri yang aman maupun di lokasi pengungsian desa.

Maria mengakui distribusi bantuan masih terbatas. Kebutuhan mendesak seperti air bersih, perlengkapan mandi, sembako, terpal, tikar, dan alat bantu bayi serta balita belum terpenuhi sepenuhnya. Persediaan di gudang bahkan sudah habis. “Kebutuhan yang paling utama adalah air bersih, perlengkapan mandi dan cuci, sembako, terpal, tikar, serta perlengkapan bayi dan balita,” ucapnya.

Pengungsi Bertambah Jadi 1.659 Jiwa

Tercatat 1.659 warga harus mengungsi, baik secara mandiri di rumah keluarga atau kerabat, maupun ke lokasi pengungsian. Jumlah kepala rumah tangga terdampak naik dari 285 menjadi 371, dengan 1.659 jiwa yang terkena dampak, termasuk 18 orang mengalami luka ringan.

Kerusakan akibat gempa mencakup 343 bangunan, terdiri dari 332 rumah warga dan 11 fasilitas umum di sepuluh desa. Maria menyebutkan bahwa delapan desa awalnya terdampak, namun kini berkembang menjadi sepuluh desa, terutama di Kecamatan Adonara Timur dan Solor Timur.

Desa Terong dan Lamahala Jaya di Kecamatan Adonara Timur menjadi yang paling parah. Di Desa Terong, 110 rumah dan tiga fasilitas umum (musala, Polindes, serta sekolah dasar) rusak. Sementara Desa Lamahala Jaya melaporkan 104 rumah warga yang mengalami kerusakan, serta empat fasilitas umum seperti satu mushola, satu masjid, dua sekolah, dan satu orang luka ringan.

Sebelumnya, gempa tektonik berkekuatan M4,7 mengguncang Flores Timur pada pukul 00.17:47 WITA. Status darurat diberlakukan untuk memastikan penanganan kedaruratan yang lebih terstruktur bagi warga yang terdampak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *